Aisvara.id – Stasiun Jatake yang baru diresmikan oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi langsung menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat.
Dalam waktu empat hari sejak mulai beroperasi, stasiun yang berada di Desa Jatake, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang ini telah melayani lebih dari 5.000 pengguna commuter line.
Stasiun Jatake berada di jalur strategis lintas Tanah Abang–Rangkasbitung, tepat di antara Stasiun Cicayur dan Stasiun Parung Panjang.
Kehadirannya dinilai menjadi alternatif baru bagi warga Tangerang yang beraktivitas menuju Jakarta dan sekitarnya.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengungkapkan bahwa pada hari pertama operasional pasca peresmian, jumlah pengguna yang naik dan turun di Stasiun Jatake tercatat sebanyak 649 orang.
“Jika diakumulasikan selama empat hari operasional, total pengguna sudah mencapai lebih dari 5.000 orang. Angka ini menunjukkan respons positif masyarakat terhadap kehadiran Stasiun Jatake,” ujar Karina.
Berdasarkan data KAI Commuter, volume pengguna mengalami fluktuasi namun cenderung meningkat. Pada 28 Januari tercatat 649 orang, kemudian naik menjadi 1.410 orang pada 29 Januari.
Selanjutnya, sebanyak 1.014 orang menggunakan stasiun ini pada 30 Januari, dan melonjak signifikan menjadi 1.944 orang pada 31 Januari.
Untuk mendukung mobilitas penumpang, sebanyak 192 perjalanan commuter line setiap hari melintas dan berhenti di Stasiun Jatake, dari total 206 perjalanan harian di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung.
Karina menambahkan, jumlah pengguna diprediksi akan terus bertambah seiring dengan pengembangan kawasan dan meningkatnya konektivitas transportasi di sekitar stasiun.
KAI Commuter juga mengingatkan para penumpang agar selalu mengutamakan keselamatan serta rutin mengecek jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta yang telah diperbarui.
“Dengan hadirnya Stasiun Jatake, kami berharap masyarakat Kabupaten Tangerang memiliki pilihan stasiun baru untuk bepergian ke Jakarta. Ke depan, hal ini berpotensi membantu mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya,” tutup Karina.








