Aisvara.id – Upaya modernisasi kepolisian Indonesia kembali menunjukkan langkah konkret.
Korps Sabhara (Korsabhara) Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri membuka ruang kerja sama strategis dengan Delegasi Keamanan Prancis dalam sebuah pertemuan bertajuk Audiensi dan Dialog Strategis di Mabes Polri, Kamis (5/2/2026).
Pertemuan ini menjadi bagian dari strategi Polri dalam mengadopsi teknologi keamanan mutakhir guna meningkatkan efektivitas tugas kepolisian, baik di wilayah perkotaan, daerah terpencil, hingga kawasan dengan kondisi geografis ekstrem.
Direktur Polisi Satwa Baharkam Polri, Brigjen Pol. Tory Kristianto, S.I.K., yang hadir mewakili Kepala Baharkam Polri, menegaskan bahwa transformasi teknologi merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda di era digital.
Menurutnya, tantangan keamanan yang semakin kompleks menuntut Polri memiliki peralatan dan sistem pendukung yang adaptif serta berstandar internasional.
Kerja sama dengan Prancis dinilai sejalan dengan kebutuhan Indonesia yang memiliki karakter wilayah beragam, mulai dari pegunungan, hutan, hingga perairan strategis.
“Kami melihat pentingnya transfer teknologi dan modernisasi alutsista yang mampu menjawab tantangan geografis Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi penguatan operasional Polri,” ujar Tory dalam keterangan resminya.
Sementara itu, Ketua Delegasi Prancis, Police Superintendent Olivier Chassot, menyampaikan komitmen negaranya untuk mendukung penguatan sistem keamanan Indonesia melalui solusi teknologi yang telah digunakan di berbagai negara.
Ia menyebutkan, teknologi yang ditawarkan mencakup sistem analisis biometrik, keamanan siber, hingga platform komunikasi terintegrasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Polri.
Dalam diskusi teknis, kedua pihak membahas sejumlah perangkat strategis yang berpotensi mendukung tugas Korsabhara, Korpolairud, dan Korps Binmas.
Di antaranya helikopter Airbus H160 yang dirancang untuk kecepatan tinggi dan kemampuan mendarat di medan sulit, kapal katamaran dengan sistem water jet untuk misi SAR dan patroli perairan, serta solusi kecerdasan buatan (AI) untuk identifikasi kriminal berbasis biometrik.
Tak hanya itu, sistem komunikasi canggih juga menjadi perhatian utama, mengingat kebutuhan koordinasi ribuan personel Polri secara simultan dalam berbagai operasi pengamanan.
Audiensi yang dihadiri jajaran pejabat utama Korsabhara, Dirsamapta, serta perwira dan bintara ahli ini berlangsung dinamis dengan sesi tanya jawab interaktif.
Pertemuan ditutup dengan pertukaran cinderamata sebagai simbol dimulainya hubungan strategis yang lebih erat antara Polri dan Prancis.
Melalui sinergi internasional ini, Polri berharap dapat meningkatkan indeks keamanan nasional sekaligus memperkuat kesiapan dalam menghadapi ancaman kejahatan transnasional dan gangguan kamtibmas di era modern.








