Aisvara.id – Pemerintah mulai menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini melakukan koordinasi dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi guna memastikan kesiapan layanan transportasi menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Dalam kesempatan itu, Menteri Rini menegaskan bahwa tradisi mudik merupakan momentum penting bagi masyarakat Indonesia, namun juga menjadi tantangan besar dalam pengelolaan transportasi nasional.
Menurutnya, kelancaran mudik harus dipersiapkan secara matang agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tertib.
Pemerintah, kata dia, perlu mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat yang diperkirakan kembali meningkat pada musim mudik tahun ini.
“Kami berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan kesiapan serta strategi dalam mengelola arus mudik Idulfitri 1447 H,” ujar Rini dalam keterangan resminya.
Dalam hal penyelenggaraan transportasi mudik, Kementerian Perhubungan ditetapkan sebagai leading sector yang bertanggung jawab atas layanan angkutan darat, laut, dan udara.
Sementara itu, Kementerian PANRB berperan memastikan seluruh layanan publik yang terlibat berjalan sesuai prinsip pelayanan yang efektif dan berorientasi pada masyarakat.
Rini juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya, baik dari sisi petugas maupun sistem pelayanan, agar kebutuhan pemudik dapat terlayani secara optimal selama periode Lebaran.
Tak hanya soal kelancaran arus, pemerintah turut menaruh perhatian pada aspek keadilan dan pemerataan layanan.
Selama masa mudik, berbagai instansi diminta menghadirkan layanan publik yang inklusif, terutama bagi kelompok rentan.
“Pelayanan selama mudik harus memperhatikan kebutuhan lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, serta anak-anak, agar semua masyarakat bisa merasakan perjalanan mudik yang aman dan nyaman,” pungkasnya.








