Aisvara.id – PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi lonjakan besar arus mudik Lebaran Idul Fitri 2026.
Sebanyak 3,6 juta kendaraan diperkirakan akan meninggalkan wilayah Jabodetabek melalui jaringan jalan tol utama menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Purwantono, menyampaikan bahwa arus mudik tahun ini akan terdistribusi ke tiga arah utama, yakni timur, barat, dan selatan.
“Berdasarkan data dan pola pergerakan lalu lintas, kami memperkirakan jumlah kendaraan yang keluar Jabodetabek saat mudik Lebaran 2026 mencapai 3,6 juta,” ujar Rivan di JIEXPO Kemayoran Jakarta.
Dari total tersebut, sekitar 50 persen kendaraan diprediksi bergerak ke arah timur, terutama melalui Tol Jakarta–Cikampek yang terhubung ke Tol Trans Jawa dan jalur menuju Bandung.
Sementara itu, 28 persen kendaraan menuju arah barat atau Merak, dan sekitar 20 persen lainnya ke arah selatan melalui Tol Jagorawi menuju Bogor dan Ciawi.
Jasa Marga juga memetakan potensi kepadatan di Gerbang Tol Cikampek Utama yang menjadi titik krusial pemisahan arus.
Dari kendaraan yang menuju timur, sekitar 57 persen diperkirakan melanjutkan perjalanan ke Tol Trans Jawa, sedangkan 42 persen berbelok menuju Bandung.
“Pergerakan ke Trans Jawa ini yang perlu diantisipasi karena berpotensi paling padat,” kata Rivan.
Diskon Tarif Tol & Prediksi Arus Balik
Untuk mengurai kepadatan, Jasa Marga menyiapkan diskon tarif tol sebesar 20 persen di ruas Jakarta–Cikampek bagi pemudik yang melakukan perjalanan lebih awal dari puncak arus mudik.
Sementara itu, pada fase arus balik Lebaran 2026, Jasa Marga memproyeksikan sekitar 3,5 juta kendaraan akan kembali ke wilayah Jabodetabek.
Jumlah ini sedikit lebih rendah dibanding arus mudik, karena sebagian pemudik diperkirakan menunda waktu kepulangan.
Distribusi arus balik diprediksi relatif serupa, dengan 50 persen kendaraan kembali dari arah Trans Jawa, 28 persen dari arah barat, dan sisanya dari jalur selatan via Ciawi.
Akurasi Prediksi Capai 90 Persen
Rivan menegaskan, proyeksi lalu lintas yang disusun Jasa Marga memiliki tingkat akurasi tinggi.
Berdasarkan evaluasi pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya, tingkat ketepatan prediksi mencapai 90,9 persen.
“Perhitungan kami berbasis data historis dan pergerakan lalu lintas aktual. Alhamdulillah, akurasinya sangat baik,” tutupnya.








