Aisvara.id – Puasa tanpa sahur sering dianggap hal biasa, terutama bagi mereka yang terlambat bangun atau merasa masih kuat menahan lapar.
Padahal, kebiasaan ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan jika dilakukan berulang kali.
Dilansir alodokter.com sahur bukan sekadar anjuran, melainkan bagian penting untuk menyiapkan tubuh menjalani puasa seharian.
Asupan makanan dan cairan sebelum fajar membantu menjaga energi, kestabilan gula darah, serta mencegah keluhan fisik selama beraktivitas.
Tanpa sahur, tubuh tidak memiliki cadangan energi yang cukup. Dampaknya mungkin tidak langsung terasa berat, tetapi bisa muncul secara bertahap, terutama jika sering dilakukan.
Dampak Puasa Tanpa Sahur bagi Kesehatan
Berikut sejumlah risiko yang perlu diwaspadai:
1. Tubuh Mudah Lemas
Melewatkan sahur membuat tubuh kekurangan energi sejak pagi. Akibatnya, rasa lelah muncul lebih cepat, tubuh terasa lemas, mengantuk, dan sulit fokus saat beraktivitas.
2. Risiko Dehidrasi Lebih Tinggi
Tanpa asupan cairan saat sahur, tubuh lebih rentan kekurangan cairan, apalagi jika beraktivitas di bawah terik matahari. Gejalanya bisa berupa mulut kering, pusing, hingga sulit berkonsentrasi.
3. Gula Darah Turun
Tidak adanya asupan nutrisi sejak dini hari membuat kadar gula darah lebih cepat menurun. Kondisi ini dapat menimbulkan gemetar, pusing, mual, bahkan rasa hampir pingsan pada sebagian orang.
4. Konsentrasi Menurun
Otak membutuhkan energi untuk bekerja optimal. Ketika tubuh kekurangan nutrisi, kemampuan berpikir dan fokus ikut terganggu sehingga produktivitas menurun.
5. Gangguan Asam Lambung
Perut kosong dalam waktu lama dapat memicu peningkatan produksi asam lambung. Bagi penderita maag, kondisi ini bisa memperparah keluhan seperti nyeri ulu hati dan perut kembung.
6. Daya Tahan Tubuh Melemah
Kurangnya asupan nutrisi penting secara berulang dapat berdampak pada sistem imun. Tubuh menjadi lebih mudah terserang penyakit.
Apakah Puasa Tanpa Sahur Tetap Aman?
Secara umum, orang yang sehat masih dapat berpuasa tanpa sahur sesekali. Namun, tubuh biasanya akan terasa lebih cepat lapar dan lelah.
Risiko akan meningkat bila kebiasaan ini dilakukan terus-menerus.
Kelompok yang sebaiknya tidak melewatkan sahur antara lain anak-anak, lansia, ibu hamil atau menyusui, serta penderita penyakit kronis seperti diabetes, gangguan lambung berat, atau tekanan darah rendah.
Jika saat berpuasa muncul gejala seperti pusing berat, jantung berdebar, muntah, atau lemas berlebihan hingga mengganggu aktivitas, sebaiknya pertimbangkan untuk membatalkan puasa dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Tips Aman Berpuasa Meski Terlewat Sahur
Agar tetap aman menjalani puasa, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Tidur lebih awal agar mudah bangun sahur.
- Siapkan menu sahur praktis dan bergizi, seperti roti gandum dengan telur atau salad sayur dan dada ayam.
- Penuhi kebutuhan cairan saat berbuka hingga sebelum tidur, minimal delapan gelas per hari.
- Jangan memaksakan diri berpuasa jika kondisi tubuh tidak fit.
Sahur memegang peranan penting dalam menjaga stamina dan kesehatan selama puasa.
Melewatkannya secara berulang dapat meningkatkan risiko dehidrasi, gangguan konsentrasi, hingga memperburuk kondisi medis tertentu.
Karena itu, penting memastikan kebutuhan nutrisi dan cairan tetap terpenuhi agar puasa berjalan lancar.








