Aisvara.id – Perasaan kewalahan atau overwhelmed sering muncul ketika seseorang menghadapi tekanan yang datang secara bersamaan, baik dari pekerjaan, persoalan pribadi, maupun situasi lingkungan.
Jika dibiarkan terus berlangsung, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental sekaligus fisik.
Secara umum, overwhelmed menggambarkan keadaan ketika seseorang merasa tidak mampu mengendalikan banyaknya tuntutan yang harus dihadapi.
Dalam kehidupan sehari-hari, kondisi ini kerap muncul saat aktivitas atau tanggung jawab meningkat secara signifikan.
Dikutip dari laman kesehatan Alodokter alodokter.com, overwhelmed merupakan perasaan kewalahan yang sering disertai kecemasan, kelelahan, serta kesulitan berkonsentrasi.
“Overwhelmed adalah kondisi ketika seseorang merasa terlalu terbebani oleh berbagai tuntutan sehingga memicu kecemasan, kelelahan, dan sulit fokus,” tulis Alodokter.
Dalam situasi seperti tekanan kerja atau tuntutan akademik yang tinggi, tugas yang sebelumnya terasa ringan dapat berubah menjadi sangat berat ketika seseorang sudah berada dalam kondisi overwhelmed.
Apabila tidak ditangani, kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas hidup.
Beban mental yang terus menumpuk dapat memengaruhi daya tahan tubuh, mengganggu pola tidur, hingga berdampak pada hubungan sosial.
Penyebab Overwhelmed yang Sering Dialami
Perasaan overwhelmed bisa dialami oleh siapa saja, tanpa memandang usia maupun latar belakang pekerjaan.
Beberapa faktor berikut sering menjadi pemicu utama.
1. Tekanan pekerjaan atau pendidikan
Beban tugas yang menumpuk, jadwal padat, serta tenggat waktu yang ketat dapat membuat seseorang merasa tidak memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan tanggung jawabnya.
Persaingan di tempat kerja atau sekolah, tuntutan untuk berprestasi, hingga ekspektasi dari atasan maupun guru juga dapat meningkatkan tekanan mental.
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini membuat tubuh dan pikiran berada dalam keadaan lelah berkepanjangan.
2. Konflik keluarga atau hubungan
Masalah dalam hubungan, baik dengan pasangan, anak, maupun anggota keluarga lainnya, juga dapat memicu perasaan kewalahan secara emosional.
Perselisihan yang tidak terselesaikan serta tanggung jawab keluarga yang besar sering membuat seseorang merasa terbebani.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu kecemasan hingga depresi jika tidak ditangani dengan baik.
3. Tekanan ekonomi
Masalah finansial merupakan salah satu sumber stres terbesar bagi banyak orang. Pendapatan yang tidak stabil, hutang, atau meningkatnya kebutuhan hidup dapat memicu kekhawatiran berkepanjangan.
Tekanan ekonomi yang berlangsung lama juga bisa berdampak pada kesehatan fisik, seperti gangguan tidur, sakit kepala, hingga tekanan darah meningkat.
4. Perubahan besar dalam kehidupan
Peristiwa besar dalam hidup, seperti pindah rumah, kehilangan orang yang dicintai, perceraian, atau memulai pekerjaan baru, dapat menimbulkan tekanan emosional yang kuat.
Proses adaptasi terhadap perubahan tersebut sering kali membuat seseorang merasa tidak stabil secara emosional.
5. Kurangnya dukungan sosial
Tidak memiliki orang terdekat untuk berbagi cerita atau dukungan emosional dapat membuat seseorang merasa sendirian menghadapi masalah.
Rasa kesepian ini dapat memperparah stres dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental.
6. Masalah kesehatan
Penyakit kronis seperti diabetes, gangguan jantung, atau gangguan tiroid juga dapat menjadi sumber tekanan psikologis.
Rasa lelah yang berkepanjangan, nyeri yang tidak kunjung membaik, serta kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan sering membuat penderita merasa kewalahan.
Faktor-faktor tersebut kerap saling berkaitan dan memperkuat perasaan overwhelmed, terutama ketika terjadi secara bersamaan.
Tanda-Tanda Overwhelmed yang Perlu Diwaspadai
Mengenali gejala overwhelmed sejak dini sangat penting agar kondisi ini tidak berkembang menjadi masalah kesehatan mental yang lebih serius.
Beberapa tanda yang umum muncul antara lain:
- Mudah tersinggung atau suasana hati berubah-ubah
- Kesulitan tidur atau insomnia
- Konsentrasi menurun
- Merasa tidak mampu menyelesaikan tugas sehari-hari
- Menarik diri dari lingkungan sosial
- Nafsu makan berubah
- Jantung berdebar tanpa sebab yang jelas
Gejala tersebut bisa berbeda pada setiap orang. Jika berlangsung dalam waktu lama, risiko munculnya gangguan kecemasan atau depresi juga dapat meningkat.
Cara Mengatasi Overwhelmed Agar Tidak Berlarut-larut
Mengelola rasa overwhelmed penting dilakukan sebelum kondisi ini berdampak lebih luas terhadap kesehatan.
Beberapa langkah berikut dapat membantu mengatasinya.
1. Menentukan prioritas tugas
Membuat daftar pekerjaan berdasarkan tingkat kepentingannya dapat membantu mengurangi tekanan. Fokus pada satu tugas dalam satu waktu juga membuat pekerjaan terasa lebih teratur.
2. Memberi waktu untuk beristirahat
Luangkan waktu sejenak dari rutinitas untuk menenangkan pikiran. Teknik relaksasi seperti meditasi, menarik napas dalam, atau berjalan santai dapat membantu meredakan ketegangan.
3. Berbagi cerita dengan orang terdekat
Menceritakan masalah kepada keluarga atau sahabat sering kali membuat beban pikiran terasa lebih ringan. Dukungan emosional dari orang lain juga membantu melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda.
4. Melakukan aktivitas fisik
Olahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau yoga dapat meningkatkan produksi hormon endorfin yang membuat tubuh lebih rileks dan bahagia.
5. Mengurangi paparan informasi negatif
Terlalu sering mengakses berita negatif atau media sosial dapat memperburuk kecemasan. Mengatur waktu penggunaan media sosial dapat membantu menjaga kondisi mental tetap stabil.
6. Mencari bantuan profesional
Jika perasaan overwhelmed tidak kunjung membaik dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, berkonsultasi dengan psikolog atau dokter dapat menjadi langkah yang tepat.
Terapi konseling atau penanganan medis dapat membantu seseorang mengelola stres secara lebih efektif.








