Aisvara.id – Kehadiran pemerintah dalam pelayanan publik tidak semata dinilai dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kemudahan akses yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menjawab kebutuhan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menghadirkan program subsidi penerbangan guna mempercepat konektivitas antarwilayah.
Program strategis ini ditujukan khususnya bagi masyarakat di daerah kepulauan dan wilayah dengan akses transportasi terbatas.
Selain itu, kebijakan ini juga menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam menghadapi momentum mudik Lebaran atau Idul Fitri 2026, agar masyarakat dapat menikmati layanan transportasi udara yang lebih cepat dan terjangkau.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Munawir, menyampaikan bahwa program subsidi penerbangan merupakan bagian dari prioritas Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.
“Program ini bertujuan membuka kembali rute-rute penerbangan yang sebelumnya tidak beroperasi atau belum diminati maskapai secara komersial,” ujar Andi Munawir dikutip sulselprov.go.id Jumat (27/3/2026).
Ia menjelaskan, beberapa rute sebelumnya pernah dilayani penerbangan komersial, namun tingginya harga tiket membuat layanan tersebut kurang diminati masyarakat.
“Melalui subsidi ini, Pemprov Sulsel menghadirkan layanan transportasi udara dengan tarif yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” tambahnya.
Untuk menjamin keberlanjutan layanan sekaligus menjaga keterjangkauan harga, Pemprov Sulsel telah menyusun jadwal penerbangan subsidi secara terstruktur sepanjang pekan.
Rute yang dilayani mencakup wilayah intra dan antarprovinsi, sehingga dapat mendukung mobilitas masyarakat serta memperlancar distribusi logistik dan aktivitas ekonomi.
Adapun jadwal penerbangan subsidi tersebut meliputi rute seperti Makassar–Bone, Makassar–Selayar, Bone–Balikpapan, Bone–Kendari, hingga Morowali–Bone, yang beroperasi secara rutin dari Senin hingga Minggu dengan waktu keberangkatan yang telah ditentukan.
Program ini diharapkan mampu menjadi solusi efektif dalam meningkatkan aksesibilitas transportasi udara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara merata.








