Aisvara.id – Suasana malam takbiran menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah terasa begitu semarak di berbagai penjuru Indonesia.
Di tengah kehangatan keluarga yang berkumpul, ada sosok-sosok yang tetap bertugas memastikan listrik tetap menyala tanpa hambatan.
Puluhan ribu petugas dari PT PLN (Persero) tetap berjaga di berbagai wilayah.
Mereka memastikan pasokan listrik tetap stabil agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman.
Salah satu petugas tersebut adalah Riki Waberta (36), Team Leader Keandalan Istana di Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Menteng.
Baginya, bertugas saat Idulfitri merupakan bentuk tanggung jawab yang dijalani dengan penuh dedikasi, terutama dalam menjaga pasokan listrik di objek vital kenegaraan.
“Kami mungkin tidak terlihat, tetapi kami menjadi bagian dari kebahagiaan masyarakat. Ketika listrik tetap andal dan ibadah berjalan khusyuk, itu adalah kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujar Riki.
Selama empat tahun terakhir, Riki harus menunda mudik ke kampung halaman di Bengkulu.
Sejak bergabung dengan PLN pada 2018, ia memahami bahwa masa Lebaran justru menjadi periode penting dalam menjaga keandalan listrik.
Rasa rindu kepada keluarga pun tak bisa dihindari. Namun, ia tetap teguh menjalankan tugasnya.
“Tentu ada rasa sedih tidak bisa berkumpul. Tapi saya selalu berpikir, jika bukan kami yang bertugas, siapa yang memastikan listrik tetap menyala? Keluarga selalu mendukung dan mengatakan mereka bangga, itu yang membuat saya kuat,” tambahnya.
Dedikasi serupa juga ditunjukkan Zahro Ardhillah (26), petugas PLN yang kini bertugas di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jayapura Kota, Papua.
Bersama timnya, ia memastikan listrik di masjid-masjid utama tetap berfungsi dengan baik selama perayaan Idulfitri.
“Kami telah menyiapkan peralatan cadangan dan melakukan pengecekan jaringan sejak jauh hari agar semuanya dalam kondisi optimal,” jelas Zahro.
Meski jauh dari keluarga di Pacitan, Jawa Timur, Zahro tetap menemukan makna kebahagiaan dalam tugasnya.
“Saya berusaha menyeimbangkan tanggung jawab sebagai muslim dan pekerja. Melihat masyarakat bisa beribadah dengan tenang menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya,” ungkapnya.
Hal serupa dirasakan Muhammad Hanif Zidan (26), petugas PLN di Tarakan, Kalimantan Utara.
Ia mengaku tetap bersemangat meski harus merayakan Lebaran jauh dari keluarga.
“Saya bersyukur dipercaya menjadi bagian dari tim siaga. Dukungan keluarga menjadi sumber semangat saya dalam menjalankan tugas,” katanya.
Menurut Hanif, teknologi menjadi solusi untuk mengobati rasa rindu.
“Biasanya kami bersilaturahmi langsung, sekarang melalui video call. Yang terpenting, kami tetap menjalankan komitmen menjaga listrik agar masyarakat bisa merayakan Lebaran dengan nyaman,” tuturnya.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan apresiasi atas dedikasi para petugas di lapangan yang tetap siaga selama Idulfitri.
“Petugas PLN merupakan garda terdepan dalam menjaga keandalan listrik di momen penting seperti Idulfitri. Kami mengapresiasi kerja keras mereka yang memastikan masyarakat dapat menikmati hari kemenangan dengan nyaman,” ujarnya.
Selama periode siaga 12 hingga 31 Maret 2026, PLN mengerahkan sekitar 72 ribu personel yang tersebar di berbagai posko di seluruh Indonesia.
Mereka bertugas menjaga sistem kelistrikan mulai dari pembangkit, gardu induk, hingga jaringan distribusi.
Meski tak selalu terlihat, para petugas ini menjadi pahlawan di balik terang yang dinikmati masyarakat.
Mereka memastikan setiap sudut negeri tetap bercahaya di hari kemenangan.








