Aisvara.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan bagi seluruh sivitas akademika.
Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas beredarnya konten yang memicu perhatian publik.
Pihak kampus memandang kejadian tersebut sebagai momen refleksi untuk memperkuat budaya akademik yang berlandaskan etika, penghormatan terhadap martabat manusia, serta upaya pencegahan berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual verbal.
Menanggapi hal itu, Himpunan Mahasiswa Tambang ITB (HMT-ITB) telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Organisasi mahasiswa tersebut menegaskan bahwa konten yang ditampilkan tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung dalam lingkungan akademik maupun organisasi kemahasiswaan.
HMT-ITB juga menyatakan tidak membenarkan tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok mana pun.
Sebagai langkah lanjutan, HMT-ITB berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menarik konten video dan audio dari platform resmi organisasi serta akun yang terafiliasi, termasuk materi lama yang kembali beredar.
Selain itu, dilakukan evaluasi internal menyeluruh terkait pelaksanaan kegiatan, pengawasan, hingga standar organisasi agar selaras dengan nilai etika kampus dan masyarakat.
Sejalan dengan itu, ITB telah menjalankan berbagai program pembinaan, salah satunya melalui kampanye etika berpenampilan dan komunikasi mahasiswa yang diinisiasi Direktorat Persiapan Bersama (Ditsama).
Program ini menekankan pentingnya sikap sopan, tanggung jawab, serta kedewasaan dalam berinteraksi di lingkungan akademik.
Upaya penguatan tersebut juga diperluas melalui kampanye literasi media sosial dan etika mahasiswa.
Dalam program ini, mahasiswa diajak memahami pentingnya pencegahan kekerasan seksual, baik fisik maupun verbal, serta penggunaan media sosial secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab.
Mahasiswa juga didorong untuk menyampaikan pendapat secara konstruktif tanpa menyerang pihak lain.
Untuk mendukung pencegahan dan penanganan kekerasan, ITB telah membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) yang mencakup seluruh kampus ITB di Ganesha, Jatinangor, Cirebon, dan Jakarta.
Satgas ini berfungsi sebagai wadah sosialisasi, pencegahan, serta penyedia layanan konsultasi dan pelaporan bagi warga kampus.
Selain itu, edukasi terkait Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) juga telah diintegrasikan dalam pembinaan mahasiswa baru, termasuk informasi layanan kesehatan kampus.
“Melalui penguatan etika, pembinaan karakter, serta sistem pencegahan dan penanganan kekerasan yang terus diperkuat, ITB berupaya menghadirkan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat secara sosial, kuat secara etika, dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Dr. N. Nurlaela Arief dalam keterangan resminya.








