Aisvara.id – Nyeri kronis kerap menjadi hambatan serius yang membatasi aktivitas serta menurunkan kualitas hidup seseorang.
Kondisi ini bahkan sering diibaratkan sebagai “penjara” fisik bagi individu yang ingin tetap produktif.
Menjawab kebutuhan tersebut, Klinik Utama GP+ Medical & Paincare (managed by Singapore Paincare) resmi diluncurkan di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta.
Kehadirannya membawa pendekatan baru dalam penanganan nyeri, yakni metode minimal invasif tanpa tindakan operasi yang telah digunakan secara luas di tingkat global.
Sebagai fasilitas kesehatan dengan standar Singapura, klinik ini menyediakan layanan untuk berbagai keluhan nyeri, baik akut maupun kronis.
Penanganan difokuskan pada masalah seperti saraf kejepit, nyeri punggung bawah (low back pain), nyeri lutut, hingga nyeri leher dan bahu, termasuk gangguan pada sendi, otot, dan tulang.
Kolaborasi strategis dengan Singapore Paincare memungkinkan transfer teknologi dan keahlian secara langsung ke Indonesia.
Seluruh sistem perawatan yang diterapkan dikembangkan oleh Dr. Bernard Lee, MBBS, selaku pendiri dan Group CEO Singapore Paincare, yang dikenal luas sebagai pakar dalam bidang manajemen nyeri.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. DR. dr. James Tangkudung, Sportmedicine Sp., M.Pd., Autogenic Therapy, Hypnotherapist., menyampaikan apresiasinya terhadap keahlian Dr. Bernard Lee. Ia juga mendukung penerapan metode tersebut sebagai alternatif solusi bagi pasien, khususnya lansia, yang menginginkan terapi tanpa operasi.
“Kami hadir bukan hanya untuk menawarkan perawatan, tetapi memberikan kembali kebebasan bergerak bagi pasien tanpa rasa takut akan meja operasi. Melalui Klinik Utama GP+ Medical & Paincare, masyarakat kini memiliki akses langsung ke metodologi manajemen nyeri tingkat lanjut dari Singapura yang mengedepankan keamanan dan pemulihan tanpa masa penyembuhan yang panjang,” tegas Dr. Bernard Lee, MBBS.
Sementara itu, Dr. dr. Rudy Susanto, BSBio, MD, DBA-HCML, FSPCA, selaku Direktur Eksekutif dan Chief of Trainer Dokter Paincare Klinik Utama GP+ Medical & Paincare, menegaskan bahwa kehadiran klinik ini menjadi solusi bagi masyarakat modern yang ingin tetap aktif tanpa terganggu rasa nyeri.
“Kehadiran kami di Kebon Jeruk adalah jawaban bagi individu dinamis yang menolak berkompromi dengan rasa sakit. Dengan membawa standar emas Singapore Paincare, kami menghadirkan harapan baru bahwa hidup bebas nyeri kronis kini bisa dicapai tanpa prosedur bedah invasif,” ujarnya.
Dalam praktiknya, klinik ini mengandalkan metode diagnosis bernama Painostic untuk mengidentifikasi sumber nyeri secara akurat hingga ke titik terdalam.
Seluruh tindakan dilakukan oleh dokter yang telah menyelesaikan program Fellowship resmi di Singapore Paincare Academy.
Beberapa layanan unggulan yang ditawarkan antara lain Painostic sebagai sistem analisis nyeri, Myospan dan injeksi Coreflex untuk mengatasi ketegangan otot kronis, serta terapi Injeksi Intra Artikular dan PRP (Platelet Rich Plasma) yang berfungsi mempercepat regenerasi jaringan dan mengurangi peradangan sendi.
Turut hadir dalam peluncuran tersebut, Shahnaz Haque sebagai health enthusiast, yang membagikan pengalamannya setelah menjalani perawatan di klinik tersebut.
“Mobilitas adalah aset terbesar saya,” ungkap Shahnaz.
Ia menambahkan bahwa metode minimal invasif yang diterapkan menjadi solusi efektif bagi mereka yang ingin tetap aktif tanpa terganggu nyeri.
“Solusi minimal invasif di klinik ini adalah game-changer bagi siapa pun yang ingin tetap aktif di segala usia tanpa batasan rasa nyeri,” tutupnya.





