Aisvara.id – Komitmen Pemerintah Indonesia dalam menghadirkan layanan haji yang ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan terus diwujudkan melalui berbagai langkah nyata di lapangan.
Di Sektor 2 Daerah Kerja (Daker) Makkah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan sejumlah fasilitas dan sistem mitigasi guna menjamin kenyamanan, kemandirian, serta pemenuhan hak ibadah jemaah lanjut usia.
Koordinator Layanan Lansia dan Disabilitas (Landis) Sektor 2 Daker Makkah, Mohammad Anang Firdaus, mengatakan kesiapan tersebut meliputi fasilitas fisik di hotel hingga dukungan non-fisik bagi para jemaah.
Salah satu perhatian utama adalah penyesuaian fasilitas kamar dan toilet hotel.
Pada setiap kamar jemaah lansia telah dipasang handling atau pegangan besi khusus di samping tempat tidur maupun di area kamar mandi.
“Fasilitas handling ini bisa dibuka-tutup dan disesuaikan naik-turunnya. Keberadaan pegangan ini sangat krusial untuk membantu lansia agar bisa beraktivitas,” ujar Anang dikutip Selasa (19/5/2026).
Selain menghadirkan pelayanan optimal, Anang menuturkan pihaknya juga terus mengedukasi jemaah lain yang dalam kondisi sehat agar ikut membantu dan peduli terhadap sesama jemaah yang memiliki keterbatasan fisik.
Untuk menunjang mobilitas jemaah, setiap hotel di Sektor 2 diwajibkan menyediakan sedikitnya 10 kursi roda di luar bantuan tambahan dari sektor.
Selain itu, akses ramah kursi roda berupa ramp juga dipastikan tersedia mulai dari titik turun bus hingga akses masuk hotel.
Dalam upaya memastikan tidak ada jemaah lansia yang terabaikan, Tim Landis Sektor 2 rutin melaksanakan program Visitasi Hotel.
Program ini bertujuan memastikan empat kebutuhan utama jemaah lansia terpenuhi dengan baik.
Kebutuhan pertama adalah biologis, yakni memastikan asupan nutrisi sesuai kondisi kesehatan jemaah.
Misalnya, jika jemaah hanya dapat mengonsumsi bubur, maka petugas memastikan makanan tersebut tersedia.
Sektor juga menyalurkan perlengkapan tambahan seperti popok dewasa, underpad, dan tisu basah untuk mendukung kebutuhan jemaah selama masa tinggal di Tanah Suci.
Selanjutnya kebutuhan psikologis dipenuhi dengan memberikan motivasi kepada jemaah yang mengalami penurunan semangat.
Petugas bahkan memfasilitasi panggilan video dengan keluarga di tanah air bagi jemaah yang merindukan keluarganya.
Sementara dari sisi sosiologis, petugas berupaya menjembatani interaksi antara jemaah lansia dengan jemaah lainnya agar tidak muncul rasa terisolasi.
Adapun pada aspek religi, petugas memastikan seluruh jemaah lansia tetap dapat menjalankan rangkaian ibadah wajib, terutama Umrah Wajib, secara aman dan nyaman.








