Aisvara.id – Arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Jawa Tengah mulai menunjukkan peningkatan signifikan.
Satuan Lalu Lintas Polres Batang memperkirakan jumlah kendaraan yang melintas akan terus bertambah seiring semakin dekatnya perayaan Idulfitri.
Kepala Satlantas Polres Batang, Eka Hendra Ardiansyah, menyampaikan bahwa peningkatan arus kendaraan sudah mulai terlihat sejak Jumat sore.
Berdasarkan pemantauan petugas, pada rentang waktu pukul 16.00 hingga 17.00 WIB tercatat sekitar 1.500 kendaraan per jam bergerak menuju arah Semarang dan Surakarta.
“Lonjakan kendaraan sudah mulai terasa sejak sore hari. Kami melihat peningkatan signifikan pada jalur yang mengarah ke kota-kota tujuan pemudik,” ujarnya.
Peningkatan Arus di Gerbang Tol Kalikangkung
Kepadatan kendaraan semakin terlihat pada Sabtu pagi.
Berdasarkan data yang dihimpun petugas, arus kendaraan yang keluar dari Gerbang Tol Kalikangkung menuju jalur timur sempat mencapai puncaknya pada pukul 11.00 hingga 12.00 WIB.
Pada periode tersebut tercatat sekitar 2.183 kendaraan melintas setiap jamnya, menandakan meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
“Kami terus melakukan pemantauan di sejumlah titik strategis, khususnya di gerbang tol utama, dengan melibatkan pemerintah daerah serta pihak pengelola jalan tol,” jelas Eka.
Strategi Antisipasi Kemacetan
Untuk menghindari kepadatan yang berpotensi menimbulkan kemacetan di jalur utama, terutama di sepanjang jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) dan ruas tol, kepolisian telah menyiapkan sejumlah langkah pengaturan lalu lintas.
Beberapa strategi yang diterapkan antara lain:
- Pengaturan arus kendaraan, terutama di titik-titik yang rawan terjadi kepadatan.
- Optimalisasi fasilitas rest area agar pemudik dapat beristirahat dengan aman dan nyaman.
- Pembatasan operasional kendaraan angkutan barang, khususnya truk dengan tiga sumbu atau lebih selama periode arus mudik sesuai kebijakan pemerintah.
Polisi Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan
Kepolisian juga mengingatkan para pemudik agar mempersiapkan perjalanan dengan baik.
Kondisi fisik pengemudi serta kelayakan kendaraan menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan selama perjalanan jauh.
“Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Jika merasa lelah, sebaiknya memanfaatkan rest area agar perjalanan tetap aman dan lancar,” tutup Eka.








