Aisvara.id – Pemerintah melalui Badan Komunikasi Pemerintah merilis daftar tarif tol pada ruas Trans Jawa yang akan dilalui pemudik selama arus mudik Lebaran 2026.
Informasi ini bertujuan agar masyarakat dapat mempersiapkan saldo uang elektronik sebelum melakukan perjalanan.
Dalam infografik yang dirilis, pemudik dengan kendaraan golongan I atau kendaraan pribadi non-bus dan non-truk diminta memastikan saldo kartu tol mencukupi untuk menghindari antrean di gerbang tol.
Berdasarkan data per 9 Maret 2026 yang bersumber dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), tarif sejumlah ruas tol di jalur Trans Jawa bervariasi.
Untuk rute awal, tarif tol Jakarta–Cikampek tercatat sebesar Rp27.000, sementara ruas Cikampek–Palimanan mencapai Rp132.000.
Kemudian tarif Palimanan–Kanci sebesar Rp13.500, Kanci–Pejagan Rp31.500, Pejagan–Pemalang Rp66.000, Pemalang–Batang Rp53.000, dan Batang–Semarang Rp144.500 melalui Gerbang Tol Kalikangkung.
Sementara itu untuk ruas di wilayah Jawa Tengah hingga Jawa Timur, tarif Semarang ABC sebesar Rp6.000. Ruas Semarang–Solo dikenakan tarif Rp92.000 melalui Gerbang Tol Colomadu.
Selanjutnya, tarif Solo–Jogja sebesar Rp57.000 melalui Gerbang Tol Prambanan, Solo–Ngawi Rp163.500, Ngawi–Kertosono Rp102.000, Kertosono–Mojokerto Rp55.000, serta Mojokerto–Surabaya Rp43.500 melalui Gerbang Tol Warugunung.
Jika dijumlahkan, perkiraan biaya perjalanan untuk kendaraan golongan I dari Jakarta menuju beberapa kota tujuan utama mudik adalah sebagai berikut:
- Jakarta–Semarang: Rp467.500
- Jakarta–Solo: Rp565.500
- Jakarta–Yogyakarta: Rp622.500
- Jakarta–Surabaya: Rp986.500
Pemerintah mengimbau para pemudik agar mengecek saldo kartu tol sebelum berangkat untuk memperlancar perjalanan selama periode mudik Lebaran.
“Pastikan saldo uang elektronik cukup agar perjalanan di jalan tol lebih lancar dan tidak menghambat kendaraan lain,” demikian imbauan yang disampaikan dalam infografik tersebut.








