Aisvara.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui informasi prakiraan cuaca menjelang dimulainya arus mudik Lebaran 2026.
Secara umum, kondisi atmosfer di sebagian besar wilayah Indonesia masih tergolong kondusif, meskipun masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di beberapa daerah.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun tetap waspada terhadap dinamika cuaca selama perjalanan mudik.
Ia menekankan pentingnya memantau informasi dari sumber resmi agar masyarakat tidak terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi.
“Tetap pantau informasi cuaca darat, laut, dan udara yang terbarui untuk menyesuaikan rencana perjalanan mudik melalui berbagai kanal resmi BMKG,” ujar Faisal dalam keterangan pers dikutip Selasa (17/3/2026).
Aktivitas Atmosfer Tingkatkan Potensi Hujan
Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa aktivitas fenomena Madden–Julian Oscillation (MJO) saat ini masih aktif di wilayah selatan dan timur Indonesia.
Kondisi tersebut diperkuat dengan adanya aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial serta Gelombang Kelvin pada periode 13–20 Maret 2026.
Menurutnya, kombinasi fenomena tersebut memicu dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
Selain itu, tingkat kelembapan udara yang relatif tinggi serta atmosfer yang cukup labil turut meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan.
BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi pada 14–17 Maret 2026 di sebagian wilayah Sumatra serta wilayah Jawa bagian tengah dan timur.
Kemudian pada 18–20 Maret 2026, potensi hujan juga diperkirakan muncul di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dan Papua.
Potensi Awan Cumulonimbus di Jalur Penerbangan
Dalam sektor penerbangan, BMKG juga mendeteksi potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan cakupan cukup luas di beberapa jalur penerbangan yang biasa digunakan saat arus mudik.
Wilayah yang perlu menjadi perhatian antara lain kawasan Laut Maluku dan bagian utara Papua.
Kemunculan awan tersebut diperkirakan memiliki peluang lebih dari 75 persen sehingga dapat memengaruhi aktivitas penerbangan di wilayah tersebut.
BMKG Imbau Pemudik Pantau Informasi Resmi
Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menyarankan masyarakat dan para pemudik untuk secara berkala memantau perkembangan cuaca melalui aplikasi resmi BMKG, yaitu InfoBMKG, maupun melalui situs resmi lembaga tersebut.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar menyiapkan perlengkapan darurat sebelum melakukan perjalanan, meningkatkan kewaspadaan saat berkendara dalam kondisi hujan, serta memastikan kondisi rumah aman dari potensi risiko hidrometeorologi sebelum ditinggalkan selama mudik.
BMKG pun mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mengandalkan informasi cuaca dari kanal resmi pemerintah guna mencegah penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks.








