Aisvara.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKGBMKG) memaparkan prakiraan kondisi cuaca sekaligus strategi mitigasi bencana menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa kondisi atmosfer pada periode mudik masih berpotensi memunculkan cuaca signifikan, terutama pada paruh awal Maret 2026.
Ia menjelaskan, secara umum periode libur Lebaran diperkirakan akan didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Meski demikian, potensi hujan lebat tetap perlu diantisipasi di sejumlah wilayah, meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua Pegunungan.
“BMKG terus melakukan analisis dan pemantauan kondisi atmosfer secara berkelanjutan, serta senantiasa menyampaikan informasi peringatan dini cuaca secara tepat waktu guna mendukung keselamatan masyarakat dan aktivitas selama periode Angkutan Lebaran,” ujar Faisal dalam paparannya.
Curah Hujan Masih Tinggi di Sejumlah Wilayah
BMKG mencatat bahwa sepanjang Maret 2026, curah hujan di berbagai daerah masih berada pada kategori menengah hingga tinggi.
Bahkan, beberapa wilayah diprediksi berpeluang mengalami curah hujan sangat tinggi, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah.
Memasuki April 2026, tren hujan diperkirakan masih relatif tinggi di sejumlah kawasan, dengan potensi sangat tinggi tetap terpantau di Papua Tengah.
Kondisi ini menjadi perhatian khusus karena bertepatan dengan puncak arus mudik dan arus balik Lebaran.
OMC Disiapkan di Jalur Penyeberangan Strategis
Sebagai langkah antisipasi terhadap risiko bencana hidrometeorologi, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara situasional sesuai kebutuhan.
Salah satu agenda yang disiapkan adalah pelaksanaan OMC pada 17–18 Maret 2026 untuk mengamankan jalur penyeberangan strategis, yakni Merak–Bakauheni dan Gilimanuk–Ketapang.
Upaya ini ditujukan untuk meminimalkan potensi gangguan cuaca ekstrem yang dapat memicu antrean panjang kendaraan di pelabuhan.
Rencana tersebut mendapat dukungan pembiayaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari PT Pelni.
Komitmen Dukung Kelancaran Mudik
BMKG menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak melalui penguatan sistem peringatan dini berbasis data dan koordinasi lintas sektor.
Langkah ini diharapkan mampu mendukung kelancaran serta keselamatan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Dengan pemantauan intensif serta strategi mitigasi yang terukur, pemerintah menargetkan perjalanan Idulfitri tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.








