Aisvara.id – PT Pertamina Gas (Pertagas), afiliasi Subholding Gas Pertamina, kembali merealisasikan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR).
Komitmen tersebut diwujudkan dengan menyerahkan bantuan berupa mesin cultivator kepada Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Flamboyan dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Flamboyan di Pamulang Barat, Kota Tangerang Selatan, Banten.
Bantuan yang diberikan tersebut menjadi bagian dari dukungan Pertagas terhadap gerakan green eco living.
Program ini mencakup berbagai kegiatan, mulai dari pengelolaan sampah, produksi kompos, pengolahan lahan pertanian, pengembangan urban farming, hingga penguatan ketahanan pangan keluarga.
Sebagai perusahaan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, Pertagas tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis semata.
Perusahaan juga menaruh perhatian pada aspek people dan planet sebagai pilar utama dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan.
Melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, Pertagas terus berupaya menghadirkan solusi atas berbagai tantangan sosial dan lingkungan, terutama di wilayah Ring 1 perusahaan.
Pamulang Barat menjadi salah satu kawasan yang dilintasi jaringan pipa gas Pertagas yang membentang dari Cirebon hingga Cilegon sebagai bagian dari distribusi energi nasional.
Karena itu, program ini juga menjadi bentuk kontribusi perusahaan bagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasionalnya.
Saat ini TPS3R Flamboyan yang terdiri dari 18 anggota aktif mengelola sampah dari sekitar 350 kepala keluarga di kawasan perumahan setempat.
Kegiatan yang dilakukan meliputi pengangkutan sampah, pemilahan sampah bernilai ekonomi, produksi kompos, hingga pemanfaatan kompos untuk mendukung kegiatan pertanian.
Sementara itu, aktivitas pertanian dijalankan bersama oleh 10 anggota KWT Flamboyan yang mengelola lahan seluas sekitar 400 meter persegi untuk budidaya tanaman pangan.
Selama ini proses pengolahan lahan, mulai dari menggemburkan tanah hingga mencampur pupuk kompos, masih membutuhkan tenaga dan waktu yang cukup besar sehingga kehadiran mesin cultivator dinilai sangat membantu meningkatkan efektivitas kerja.
Bantuan tersebut mendapat sambutan positif dari pengelola TPS3R maupun anggota KWT Flamboyan.
Mereka menilai alat tersebut sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas pertanian yang selama ini dilakukan secara mandiri.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pertagas yang telah memberikan bantuan mesin cultivator. Dengan alat ini, kegiatan kami akan semakin efisien dan produktivitas pertanian dapat meningkat.” kata Welly, Ketua TPS3R Flamboyan.
“Dengan adanya alat cultivator ini, semoga anggota KWT dapat lebih produktif dan semakin semangat dalam mengelola pertanian kami. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk mendukung kegiatan pertanian sekaligus meningkatkan hasil dan kesejahteraan anggota kelompok. Hasilnya nanti juga dapat dirasakan oleh warga sekitar melalui sayuran yang kami tanam, panen, dan sampai ke dapur masing-masing rumah” ujar Wiwik Pramukarti Darmadi, Ketua KWT Flamboyan.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Head External Relation East Region Pertamina Gas, Muhammad Putra Dewanto.
Kehadiran mesin cultivator diharapkan dapat membantu menghemat tenaga dan waktu dalam pengolahan lahan, mempercepat masa tanam, serta meningkatkan hasil produksi pertanian kelompok.
“Sebagai perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan, masyarakat seperti ini yang menjadi target kami untuk mendukung kegiatan positif mereka. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi lebih banyak masyarakat dalam mendukung gerakan green eco living di Pamulang,” ujar Putra.
Melalui kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat, Pertagas berharap program ini dapat memperkuat pengelolaan lingkungan berbasis komunitas sekaligus mendorong terciptanya ketahanan pangan yang berkelanjutan bagi masyarakat di tingkat lokal.








