Aisvara.id – GAIKINDO kembali menghadirkan pembahasan strategis dalam rangkaian GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 melalui Daily Seminar yang digelar di Garuda Main Hall, ICE BSD City.
Pada Kamis (6/8/2026) besok, seminar akan mengangkat tema “Membangun Sistem Pengelolaan Limbah Baterai yang Berkelanjutan”, dengan fokus pada pengelolaan dan rantai daur ulang baterai bekas kendaraan listrik.
Seminar tersebut menjadi bagian dari upaya GAIKINDO mendorong terciptanya ekosistem kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan seiring meningkatnya adopsi mobil listrik di Indonesia.
Agenda dibuka oleh Ketua Bidang Transportasi, Lingkungan dan Infrastruktur GAIKINDO, Jap Ernando Demily, serta dipandu oleh Harris Akhtar selaku Customs Clearance Specialist PT Geely Auto Indonesia.
Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber dari pemerintah, industri, hingga organisasi internasional, yaitu Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH Dra. Laksmi Widyajayanti, M.Sc., Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian RI Dewi Muliana, Direktur Teknikal & SHEQ PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) Elpido, serta Deputy Country Representative Global Green Growth Institute (GGGI) Indonesia Vidya Fauzianti.
Dalam seminar tersebut, para pembicara akan membahas berbagai tantangan pengelolaan limbah baterai kendaraan listrik, peluang pengembangan industri daur ulang, hingga pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku industri dalam membangun sistem pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Selain itu, diskusi juga akan mengulas strategi menjaga daya saing industri otomotif nasional di tengah percepatan transisi menuju kendaraan rendah emisi, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan industri otomotif yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan Daily Seminar dan GAIKINDO International Automotive Conference (GIAC), GAIKINDO menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi industri otomotif Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.
GIIAS 2026 pun tidak hanya menjadi ajang pameran kendaraan dan teknologi terbaru, tetapi juga berkembang sebagai forum edukasi dan diskusi strategis bagi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, serta masyarakat.
Diketahui, GIIAS 2026 yang berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 menghadirkan dua program utama, yakni The 20th GAIKINDO International Automotive Conference (GIAC) dan Daily Seminar.
Kedua agenda tersebut diselenggarakan di Garuda Main Hall, ICE BSD City dengan menghadirkan pembicara dari kalangan industri, akademisi, pemerintah, hingga perwakilan diplomatik.
GIAC yang digelar pada Selasa (4/8/2026) mengusung tema “Eye of The Future for Indonesia Automotive Industry”.
Konferensi tersebut membahas arah masa depan industri otomotif nasional di tengah perkembangan teknologi, transformasi mobilitas, dan meningkatnya kerja sama internasional.
Konferensi dibuka oleh Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa GIAC menjadi forum penting untuk membahas masa depan industri otomotif Indonesia, mulai dari peluang investasi, strategi peningkatan daya saing, kebutuhan investor terhadap dukungan pemerintah, hingga perkembangan elektrifikasi, kendaraan otonom, konektivitas, dan keberlanjutan.
“Kami berharap diskusi hari ini akan memberikan masukan berharga bagi pemerintah, pelaku ekonomi, dan semua pemangku kepentingan, sehingga bersama-sama kita dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasokan otomotif global,” ujar Anton.








