Aisvara.id – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dimanfaatkan sebagai momentum kampanye kesadaran lingkungan.
Tidak hanya diisi dengan kegiatan senam sehat, acara ini juga menjadi ajakan nyata kepada masyarakat untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah.
Kampanye tersebut disampaikan dalam kegiatan senam bersama warga yang berlangsung di kawasan Tandon Ciater, Serpong, Minggu (1/2/2026).
Hadir dalam kegiatan itu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangsel Ahmad Eko Nursanto serta Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan.
Ahmad Eko Nursanto secara khusus mengajak para ibu rumah tangga untuk terlibat aktif mendukung program pengelolaan sampah yang dijalankan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Menurutnya, peran keluarga sangat menentukan keberhasilan program lingkungan.
“Ibu-ibu punya peran penting. Kami mohon sampah rumah tangga bisa dipilah dan dibuang pada tempat yang telah disediakan oleh Pemkot Tangsel. Ini bentuk dukungan nyata kepada pemerintah,” ujar Eko di hadapan warga.
Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menegaskan bahwa kebiasaan memilah sampah dari rumah merupakan salah satu indikator kota yang maju dan berkelanjutan.
Ia menyebut, saat ini Pemkot Tangsel tengah mendorong pembentukan Bank Sampah di setiap lingkungan Rukun Warga (RW).
“Kota maju tidak lepas dari partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Karena itu, Pemkot Tangsel terus mendorong hadirnya Bank Sampah di setiap RW,” jelas Pilar.
Meski mengakui program tersebut belum berjalan secara menyeluruh, Pilar tetap memberikan apresiasi kepada tokoh masyarakat dan ketua lingkungan yang telah lebih dulu menggerakkan Bank Sampah di wilayahnya masing-masing.
Ia juga berharap insan pers dapat mengambil peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait mekanisme dan manfaat Bank Sampah.
“Detail mengenai apa itu Bank Sampah dan bagaimana cara kerjanya perlu terus disosialisasikan. Peran wartawan sangat penting di sini,” pungkasnya.
Kampanye ini menegaskan bahwa peringatan HPN 2026 di Tangsel tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara pers, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong kesadaran pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.








