Aisvara.id – Kebijakan menteri baru terkait penguatan teknologi pendidikan langsung direspons cepat oleh SMAN 1 Palu.
Sekolah menengah unggulan di Sulawesi Tengah itu kini mulai mengintegrasikan pembelajaran coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ke dalam aktivitas belajar mengajar di kelas.
Langkah tersebut menandai kesiapan SMAN 1 Palu dalam menyongsong transformasi pendidikan berbasis teknologi, bukan sekadar wacana atau rencana jangka panjang.
Implementasi kurikulum baru dilakukan secara bertahap namun nyata, dimulai dari penguatan sumber daya manusia.
Kepala SMAN 1 Palu, Dahlan Moh. Saleh, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah lebih dulu menyiapkan para guru agar kebijakan tersebut dapat langsung dijalankan saat resmi diluncurkan.
“Sekarang yang sedang berkembang itu coding dan AI. Guru-guru kami sudah mengikuti pelatihan untuk menjadi fasilitator pembelajaran,” ujar Dahlan dikutip dari Radar Palu.
Menurutnya, pelatihan tersebut tidak hanya diikuti oleh satu kelompok guru.
Para pendidik yang telah lebih dulu mengikuti pelatihan bertugas menularkan pengetahuan dan keterampilan kepada rekan guru lainnya di lingkungan sekolah.
Bahkan, SMAN 1 Palu mengirim tiga guru khusus untuk mengikuti program Training of Trainer (ToT). Program ini bertujuan membentuk pelatih internal yang memiliki kapasitas lebih mendalam dalam bidang coding dan AI.
Meski masih berada pada tahap awal implementasi, kesiapan sarana pendukung dinilai cukup matang.
Sekolah telah menyiapkan modul pembelajaran, buku panduan, hingga perangkat teknologi informasi untuk mendukung proses belajar siswa.
“Begitu kebijakan ini di-launching pada 2025, pelatihan guru langsung berjalan. Dan sekarang di kelas juga sudah mulai diterapkan,” tambah Dahlan.
Langkah progresif ini diharapkan mampu membekali siswa SMAN 1 Palu dengan keterampilan digital sejak dini, sekaligus meningkatkan daya saing mereka di era teknologi dan kecerdasan buatan yang terus berkembang.








