Aisvara.id – PSSI memastikan bahwa seluruh proses naturalisasi pemain keturunan yang memperkuat Tim Nasional Indonesia telah dilakukan secara sah dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.
Penegasan ini disampaikan menyusul berkembangnya isu terkait sejumlah pemain diaspora yang berkarier di kompetisi Eredivisie.
Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, menegaskan bahwa para pemain yang kini membela Timnas Indonesia telah melewati seluruh prosedur resmi untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
“Seluruh pemain keturunan yang telah membela Tim Nasional Indonesia, termasuk Dean James, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On, telah sah menjadi WNI dan tidak memiliki persoalan hukum di Indonesia,” ujar Sumardji dalam keterangan resminya dikutip Sabtu (4/4/2026).
Ia juga menekankan bahwa keputusan para pemain tersebut untuk menjadi WNI merupakan bentuk komitmen dan kecintaan terhadap Indonesia, meskipun sebagian besar dari mereka lahir dan besar di luar negeri.
“Mereka banyak yang tumbuh di luar Indonesia. Namun, keputusan menjadi WNI adalah bukti nyata kecintaan dan keinginan mereka untuk mengabdi kepada tanah air,” lanjutnya.
Menurut Sumardji, langkah tersebut tidaklah mudah karena para pemain harus melepaskan sejumlah fasilitas yang sebelumnya mereka nikmati sebagai warga negara asing, termasuk terkait izin tinggal dan bekerja di negara lain seperti Belanda.
“Bukan hanya terlihat dari kerja keras mereka di lapangan, tetapi juga dari pengorbanan administratif yang harus mereka jalani setelah menjadi WNI,” jelasnya.
Selain itu, Sumardji juga mengapresiasi performa para pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Eropa.
Ia menilai, mereka mampu menunjukkan kualitas dan tetap dipercaya oleh klub-klub besar.
Ia mencontohkan kiprah Maarten Paes yang tampil konsisten di klub Eropa, termasuk dikaitkan dengan klub besar seperti Ajax Amsterdam.
“Ini menjadi bukti bahwa pemain Indonesia mampu bersaing di level tertinggi dan tetap mendapat kepercayaan dari klub-klub besar di Eropa,” katanya.
Di sisi lain, terkait isu yang berkembang di klub-klub Eredivisie, Sumardji memastikan hal tersebut murni persoalan teknis administrasi yang berkaitan dengan regulasi di Belanda dan tidak berdampak pada status para pemain sebagai WNI.
“Mengenai persoalan di klub, itu merupakan ranah administrasi sesuai aturan di Belanda dan tidak memengaruhi status mereka di Indonesia,” tutupnya.








