Aisvara.id – Penguatan kerja sama riset antara Indonesia dan Malaysia kembali ditegaskan dalam pertemuan bilateral antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Brian Yuliarto, dan Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia, Zambry Abdul Kadir, pada Minggu (12/2/2026) lalu.
Pertemuan tersebut menitikberatkan pada kolaborasi di sejumlah bidang prioritas, mulai dari ketahanan pangan, ekonomi hijau, energi terbarukan, hingga kecerdasan artifisial (AI).
Dilansir dari kemdiktisaintek.go.id, kedua negara memandang sinergi riset lintas batas ini sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan global sekaligus memperkuat daya saing kawasan.
Menteri Brian menegaskan, kolaborasi ini bukan sekadar pertukaran akademik, melainkan upaya konkret untuk mempercepat hilirisasi hasil riset agar bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dan industri.
Menurutnya, kekuatan kepakaran yang dimiliki perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia menjadi modal penting dalam menciptakan inovasi yang berdampak.
“Sinergi antarpeneliti dan institusi pendidikan tinggi harus diarahkan pada solusi nyata. Ini sejalan dengan kebijakan Diktisaintek Berdampak yang mendorong riset agar tidak berhenti di publikasi semata,” ujarnya.
Bentuk Kelompok Kerja Bersama
Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri secara prinsip menyepakati pembentukan kelompok kerja atau klaster kolaborasi di bidang-bidang prioritas.
Para pakar dari Indonesia dan Malaysia akan diidentifikasi untuk bergabung dalam tim kolaboratif tersebut.
Menteri Zambry menyampaikan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki keunggulan akademik yang saling melengkapi.
“Pembentukan kelompok kerja dinilai menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama yang lebih terstruktur dan berkelanjutan,” ucapnya.
Kolaborasi ini juga akan melibatkan sejumlah perguruan tinggi terpilih serta jejaring peneliti yang tergabung dalam Konsorsium Akademik Malaysia–Indonesia (KAMI).
Diskusi teknis bahkan telah dimulai antara otoritas pendidikan tinggi Malaysia dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi guna memetakan skema implementasi kerja sama.
Kunjungan ke IPB dan Dialog Mahasiswa
Dalam rangkaian kunjungannya ke Jakarta, Menteri Zambry turut menyambangi Institut Pertanian Bogor.
Di kampus tersebut, ia berdialog dengan mahasiswa asal Malaysia dan menjajaki peluang pengembangan kolaborasi di sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Kunjungan ini mempertegas komitmen kedua negara untuk memperluas kolaborasi internasional yang produktif, mendorong mobilitas talenta, serta memastikan hasil riset benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional dan kawasan Asia Tenggara.
Dengan langkah konkret ini, kemitraan pendidikan tinggi Indonesia–Malaysia diharapkan semakin solid dan mampu menjadi motor inovasi regional di tengah dinamika global yang terus berkembang.








