Aisvara.id – Menjadi pengusaha di era digital tak lagi harus menunggu wisuda.
Kini, mahasiswa sudah punya peluang besar untuk membangun bisnis sejak masih duduk di bangku kuliah, terlebih dengan hadirnya teknologi Artificial Intelligence (AI) yang semakin mudah diakses dan digunakan.
AI tidak lagi sebatas alat bantu mengerjakan tugas akademik.
Lebih dari itu, teknologi ini menjelma sebagai pendukung strategis bagi mahasiswa yang ingin merintis usaha, mulai dari menggali ide bisnis hingga menyusun strategi pemasaran yang tepat sasaran.
Melihat potensi tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif berakreditasi Unggul terus berinovasi dalam membekali mahasiswanya agar siap terjun ke dunia kewirausahaan.
Pendekatan berbasis teknologi diterapkan agar mahasiswa berani memulai usaha lebih awal, adaptif terhadap perubahan, dan mampu menjawab kebutuhan pasar.
UBSI Tasikmalaya Hadirkan Pendampingan Wirausaha Berbasis AI
UBSI Kampus Tasikmalaya melalui BSI Entrepreneur Center (BEC) menghadirkan program pembinaan kewirausahaan dengan memanfaatkan teknologi AI.
Dalam program ini, mahasiswa dibimbing menggunakan AI untuk menemukan peluang usaha, melakukan riset pasar, menyusun business plan, hingga merancang strategi pemasaran yang efektif dan terukur.
Koordinator BSI Entrepreneur Center (BEC) UBSI Kampus Tasikmalaya, Dini Silvi Purnia, menyampaikan bahwa pemanfaatan AI mampu mempercepat proses belajar bisnis mahasiswa.
Teknologi ini membantu mereka memahami alur usaha secara lebih sistematis dan efisien sejak tahap awal.
“Artificial Intelligence memudahkan mahasiswa dalam mempelajari dunia bisnis. Dengan pemanfaatan yang tepat, mereka menjadi lebih percaya diri dalam merancang dan mengembangkan usaha yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” ungkapnya.
AI Bangun Mental Entrepreneur Sejak Dini
Lebih lanjut, Dini menekankan bahwa pembekalan kewirausahaan berbasis AI tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis.
UBSI juga fokus pada penguatan mindset entrepreneur, kreativitas, serta tanggung jawab dalam penggunaan teknologi.
Melalui pendekatan ini, mahasiswa diarahkan untuk tidak semata-mata berorientasi menjadi pencari kerja setelah lulus.
Sebaliknya, mereka didorong menjadi pencipta lapangan kerja yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan dengan dukungan teknologi digital.
AI pun diposisikan sebagai mitra strategis dalam proses berpikir, perencanaan, hingga pengambilan keputusan bisnis.
Dengan dukungan ekosistem kampus yang kondusif, UBSI Kampus Tasikmalaya berkomitmen mencetak generasi pengusaha muda yang siap bersaing di tengah transformasi digital yang kian cepat.








