Aisvara.id – Pemerintah kembali menghadirkan kabar baik bagi masyarakat yang bersiap mudik pada Lebaran 2026.
Sejumlah stimulus berupa diskon tarif transportasi hingga program Mudik Gratis resmi disiapkan untuk meringankan biaya perjalanan sekaligus mengatur arus mobilitas agar lebih merata.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, kebijakan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, nyaman, dan terjangkau.
Ia menyebut, pemerintah telah menyiapkan regulasi khusus melalui surat keputusan bersama terkait pengaturan angkutan Lebaran 2026.
Koordinasi dilakukan bersama Korlantas Polri dan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, termasuk pembahasan kebijakan Work From Anywhere (WFA) untuk mengurai kepadatan.
Program Mudik Gratis 2026: Bus, Kapal, dan Kereta Disiapkan
Tak hanya diskon tarif, Kementerian Perhubungan juga menghadirkan program Mudik Gratis dengan kuota besar.
Rinciannya meliputi:
- 401 unit bus menuju 34 kota di 9 provinsi
- 50.000 penumpang kapal laut kelas ekonomi
- 28.182 kursi kereta api untuk lintas Utara, Tengah, dan Selatan Pulau Jawa
Selain itu, pemerintah melakukan ramp check atau uji kelaikan sarana dan prasarana transportasi darat, laut, udara, serta kereta api.
Pemeriksaan juga mencakup jalan tol dan arteri nasional bekerja sama dengan Kementerian PUPR demi menjamin keselamatan pemudik.
Rincian Diskon Tarif Transportasi Lebaran 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan detail stimulus diskon transportasi tahun ini dengan total anggaran mencapai Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN dan non-APBN.
Berikut rinciannya:
Diskon Tiket Pesawat
- Potongan harga 17–18 persen untuk penerbangan domestik kelas ekonomi
- Periode: 14–29 Maret 2026
- Target: 3,3 juta penumpang
Diskon Angkutan Penyeberangan
- Diskon 100 persen tarif jasa kepelabuhanan
- Periode: 12–31 Maret 2026
- Target: 945.000 kendaraan dan 2,4 juta penumpang
Kapal Penumpang
- Diskon 30 persen dari tarif dasar
- Periode: 11 Maret–5 April 2026
- Target: 445.000 penumpang
Kereta Api
- Diskon 30 persen
- Periode: 14–29 Maret 2026
- Target: 1,2 juta penumpang
Menurut Airlangga, kebijakan ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) untuk menjaga daya beli sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah.
WFA Diberlakukan Saat Lebaran
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah juga memberikan fleksibilitas kerja bagi ASN dan pegawai swasta pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2025 melalui skema Work From Anywhere.
Kebijakan ini diharapkan dapat menyebar waktu keberangkatan sehingga tidak terjadi lonjakan ekstrem pada satu periode tertentu.
Mobilitas Lebaran Terbukti Dongkrak Ekonomi
Data sebelumnya menunjukkan lonjakan mobilitas saat Lebaran dan Natal-Tahun Baru (Nataru) berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Pada periode Idulfitri 2025, mobilitas masyarakat tercatat mencapai 154,62 juta orang, sementara libur Nataru menyentuh 110,43 juta orang.
Secara tahunan (year on year), pertumbuhan ekonomi 2025 mencapai 5,11 persen, bahkan kuartal IV menembus 5,39 persen.
Kunjungan wisatawan mancanegara pada Desember tercatat 1,41 juta orang, sedangkan wisatawan nusantara mencapai 105,98 juta perjalanan.
Dengan berbagai stimulus ini, pemerintah berharap Lebaran 2026 tidak hanya menjadi momen silaturahmi, tetapi juga penggerak ekonomi nasional yang lebih kuat.








