Aisvara.id – Lembaga riset Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru terkait persepsi publik terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Survei yang dilakukan pada awal 2026 ini menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat tergolong tinggi.
Berdasarkan Survei Nasional Indikator Politik Indonesia yang digelar pada 15–21 Januari 2026, sebanyak 72 persen responden menyatakan puas terhadap pelaksanaan program MBG.
Survei ini melibatkan 1.220 responden yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia.
Founder Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyebut bahwa kepuasan publik tersebut disertai dengan sejumlah catatan penting, terutama pada aspek implementasi di lapangan.
“Kepuasan terhadap MBG mencapai 72 persen. Namun, responden memberikan catatan khusus pada bagaimana program ini dijalankan,” ujar Burhanuddin dalam keterangan resminya.
Meski dinilai membawa manfaat nyata dan bersifat populis, program MBG tidak sepenuhnya lepas dari kekhawatiran publik.
Salah satu isu yang mengemuka adalah rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat bahwa program ini bebas dari praktik korupsi.
Burhanuddin menegaskan, ketidakpercayaan tersebut saat ini masih bisa ditoleransi karena MBG dianggap menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Namun, ia mengingatkan bahwa evaluasi berkelanjutan mutlak diperlukan.
“Jika tidak dikelola secara transparan dan akuntabel, dampaknya terhadap stabilitas politik bisa sangat besar,” jelasnya.
Dari sisi metodologi, survei ini menggunakan multistage random sampling dengan margin of error sebesar ±2,9 persenpada tingkat kepercayaan 95 persen.
Sampel diambil secara proporsional dari seluruh wilayah Indonesia, sehingga hasil survei dinilai merepresentasikan opini publik nasional.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintahan Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.








