Aisvara.id – Universitas Padjadjaran (Unpad) mempercepat langkah transformasi digital di lingkungan akademik melalui kemitraan strategis bersama Google Indonesia.
Pada pekan kedua Februari 2026, kampus tersebut menggelar dua kegiatan utama yang menyasar pimpinan program studi dan dosen guna menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri masa depan.
Program ini merupakan kolaborasi antara Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran (PIPP) Direktorat Akademik serta Direktorat Perencanaan, Sistem Informasi dan Transformasi Digital (DPSITD) Unpad.
Integrasi Sertifikasi Global ke Kurikulum
Agenda pertama berupa sosialisasi Google Cloud Career Launchpad yang dilaksanakan secara daring pada 10 Februari 2026 melalui Google Meet.
Sekitar 70 Ketua Program Studi dan dosen mengikuti sesi ini.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada Google Cloud Career Launchpad, yakni jalur pembelajaran digital yang menyediakan berbagai sertifikasi profesional internasional, mulai dari Cybersecurity, Data Analytics, Generative Artificial Intelligence (AI) Leader, hingga kurikulum riset dari Google DeepMind.
Melalui program ini, pimpinan program studi didorong untuk memasukkan sertifikasi industri global langsung ke dalam kurikulum.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan Unpad di pasar kerja internasional.
Penguatan Kapasitas Dosen lewat Workshop AI
Keesokan harinya, 11 Februari 2026, Unpad menggelar Workshop Google Artificial Intelligence Pro for Education secara luring di Ruang Teater C3, Fakultas Kedokteran Jatinangor.
Pelatihan intensif ini difokuskan pada peningkatan kemampuan dosen dalam memanfaatkan teknologi Generative AI secara profesional untuk kegiatan pembelajaran maupun penelitian.
Direktur Akademik Unpad, Aliya Nur Hasanah, menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan kini menjadi kebutuhan mendesak bagi institusi pendidikan tinggi.
“Adopsi AI penting untuk menjaga daya saing perguruan tinggi di tingkat global,” ujarnya seperti dilansir dari laman unpad.ac.id.
Minat terhadap workshop ini terbilang tinggi, dengan lebih dari 300 dosen mendaftar.
Namun, demi menjaga efektivitas pelatihan, panitia menyeleksi 100 dosen terbaik untuk mengikuti sesi intensif sebagai perintis di fakultas masing-masing.
Workshop menghadirkan dua narasumber dari Google Indonesia, yakni Kristiyanto (Customer Success Manager for Higher Education) dan Ahmad Fikri Dzulfikar (Digital Transformation & Community Manager).
Peserta mendapatkan materi teknis mendalam, antara lain:
- Teknik advanced prompting untuk mendukung efisiensi pengajaran dan riset.
- Pemanfaatan NotebookLM sebagai asisten riset institusi.
- Ujian sertifikasi guna meraih predikat “Gemini Certified Faculty”.
Selain itu, Kepala PIPP, Intan Nurma Yulita, memaparkan kebijakan penggunaan AI di lingkungan kampus.
Ia menekankan pentingnya pedoman yang jelas agar penerapan teknologi tetap selaras dengan prinsip integritas akademik.
Dengan penguatan kurikulum berbasis sertifikasi global serta peningkatan kompetensi dosen yang mengedepankan etika, Unpad optimistis mampu melahirkan lulusan yang adaptif dan siap memimpin di era ekonomi digital.








