Aisvara.id – Rumah Qur’an Askaf resmi menggelar Soft Launching cabang Permata Pamulang yang dirangkaikan dengan Tarhib Ramadan 1447 Hijriah pada Minggu 15 Februari 2026 kemarin.
Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan gerakan dakwah sekaligus pendidikan Al-Qur’an berbasis komunitas di wilayah Pamulang.
Suasana acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Sejumlah tokoh masyarakat turut hadir memberikan dukungan moral atas berdirinya cabang baru ini.
Di antaranya Muhammad Sartono, yang dikenal aktif menggerakkan sholat Subuh berjamaah di lingkungan setempat.
Kehadirannya menjadi simbol dukungan terhadap penguatan pendidikan berbasis masjid dan komunitas.
Selain itu, Salman bersama jajaran LAZ Al Aqsha serta Karim dan tim dari Rumah Qur’an Musyawarah juga hadir memberikan apresiasi atas ekspansi dakwah yang dilakukan Askaf.
Delapan Tahun Perjalanan, Askaf Terus Bertumbuh
Direktur Yayasan Askaf Bersinergi Indonesia, Fitra Romadona, menyampaikan bahwa perjalanan delapan tahun Askaf bukanlah proses yang instan.
Ia menyebut, gerakan yang berawal dari semangat dakwah keluarga ini terus berkembang dengan komitmen menghadirkan program yang berdampak nyata bagi umat.
Menurutnya, Askaf tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil, tetapi juga membangun karakter, kepemimpinan, dan kemandirian generasi muda.
“Askaf ingin melahirkan generasi yang bukan hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga kuat secara mental, berakhlak, dan siap menjadi pemimpin,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi Zainuddin yang telah mewakafkan rumah pribadinya untuk dimanfaatkan sebagai lokasi Rumah Qur’an Askaf cabang Permata Pamulang.
Wakaf tersebut dinilai sebagai bentuk kontribusi nyata masyarakat dalam membangun peradaban berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.
Kurikulum Komprehensif, Dari Tahfizh hingga Santri Preneur
Kepala Rumah Qur’an Askaf cabang Permata Pamulang, Umi Tamy, menjelaskan bahwa sistem pendidikan yang diterapkan bersifat menyeluruh.
“Selain pembelajaran tahsin, tahfizh, dan tajwid, para santri juga dibekali pelatihan public speaking serta program kewirausahaan bertajuk santri preneur,” ujarnya.
Program santri preneur ini dibimbing langsung oleh Rijal Arslan, akademisi dari Universitas Al Azhar Indonesia yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu mencetak santri yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga siap menghadapi tantangan sosial dan ekonomi di masa depan.
Dengan konsep ini, Rumah Qur’an Askaf ingin membangun generasi Qur’ani yang adaptif, kreatif, dan mandiri.
Pesan Wakaf dan Semangat Ramadan
Dalam tausiyah Tarhib Ramadan, Zuni Nurrochim mengingatkan pentingnya memaknai wakaf sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.
Ia menyampaikan bahwa rumah yang digunakan untuk aktivitas Al-Qur’an akan menjadi investasi akhirat yang tak terputus.
Suasana semakin syahdu saat ayat-ayat suci Al-Qur’an dilantunkan oleh Nashoihul Ibad, qori berprestasi internasional di Malaysia sekaligus pengajar kelas Mujawwad di Rumah Qur’an Askaf.
Lantunan ayat yang penuh penghayatan itu memperkuat semangat jamaah dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 H.
Cahaya Baru di Permata Pamulang
Soft Launching ini menjadi tonggak awal pengembangan Rumah Qur’an Askaf di Permata Pamulang sebagai pusat pembinaan generasi Qur’ani.
Tidak hanya unggul dalam bacaan, tetapi juga kokoh dalam karakter dan berdaya secara sosial-ekonomi.
Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H, kehadiran Rumah Qur’an Askaf diharapkan menjadi cahaya baru bagi masyarakat sekitar dalam mempererat kedekatan dengan Al-Qur’an sekaligus membangun generasi yang siap menghadapi masa depan dengan nilai-nilai Islam yang kuat.








