Aisvara.id – Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kerukunan selama bulan suci Ramadan.
Ia menekankan pentingnya sikap saling menghargai, baik bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa maupun masyarakat yang tidak berpuasa.
Wamenag merespons pertanyaan terkait isu sweeping oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) selama Ramadan.
Menurutnya, umat Islam diimbau menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan penuh ketenangan.
Di sisi lain, masyarakat yang tidak berpuasa juga diharapkan menunjukkan rasa hormat kepada mereka yang sedang menjalankan ibadah.
“Tidak tepat jika karena sebagian masyarakat berpuasa, lalu semua orang dipaksa merasakan hal yang sama. Masih ada saudara-saudara kita yang memiliki keyakinan berbeda dan tetap perlu menjalankan aktivitasnya seperti biasa,” ujarnya.
Terkait isu sweeping, Wamenag memastikan tidak ada rencana atau kebijakan yang mengarah pada tindakan tersebut.
Ia menegaskan bahwa semangat Ramadan seharusnya menjadi momentum memperkuat persatuan, bukan memicu perpecahan.
Ia juga menekankan pentingnya membangun koridor kebersamaan agar perbedaan tidak menjadi sumber konflik.
Soal kemungkinan penerbitan edaran khusus, ia menjelaskan bahwa urusan keamanan berada di ranah institusi lain yang berwenang, bukan Kementerian Agama.
Wamenag optimistis pelaksanaan Ramadan tahun ini akan berlangsung aman dan tertib. Ia melihat situasi nasional yang semakin kondusif sebagai modal kuat untuk menjaga suasana tetap damai hingga akhir bulan suci.








