Aisvara.id – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti kenaikan drastis harga plastik kemasan yang terjadi di Kota Bandung dalam beberapa hari terakhir.
Lonjakan tersebut dinilai berdampak langsung pada pelaku usaha, terutama sektor UMKM kuliner.
Farhan mengungkapkan bahwa harga plastik mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai empat kali lipat dalam waktu singkat.
Kondisi ini mulai dirasakan para pelaku usaha sejak akhir pekan lalu.
“Saya menerima laporan bahwa harga plastik kemasan naik cukup tajam. Dari sebelumnya sekitar Rp15 ribu per paket, kini bisa mencapai Rp40 ribuan,” ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, kenaikan harga tersebut menambah beban operasional pelaku UMKM, khususnya mereka yang mengandalkan layanan makanan dibawa pulang atau takeaway.
Sejumlah pelaku usaha pun mulai mengeluhkan tingginya biaya kemasan yang harus ditanggung.
Meski demikian, Farhan mengaku belum dapat memastikan penyebab utama lonjakan harga tersebut.
Ia memastikan akan segera melakukan penelusuran ke tingkat distributor untuk mencari tahu akar persoalannya.
“Saya akan segera mencari informasi langsung untuk mengetahui penyebab kenaikan harga plastik ini,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, Farhan melihat adanya peluang positif.
Ia menilai situasi ini dapat menjadi titik awal bagi masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Ia pun mengimbau masyarakat agar mulai membiasakan diri membawa wadah sendiri saat berbelanja atau membeli makanan.
“Kalau bepergian, biasakan membawa tas belanja sendiri sebagai pengganti kantong plastik, dan gunakan wadah makanan dari rumah,” imbaunya.
Menurut Farhan, langkah sederhana tersebut tidak hanya membantu menekan pengeluaran akibat mahalnya harga plastik, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi volume sampah plastik di lingkungan.
“Selain harganya yang mahal, ini juga menjadi kesempatan bagi kita untuk menekan produksi sampah plastik,” tuturnya.








