Aisvara.id – Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, mengingatkan pemerintah agar kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tidak berdampak luas terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat.
Ia menilai, penyesuaian harga saat ini hanya terjadi pada BBM dengan Research Octane Number (RON) tinggi, sehingga seharusnya tidak langsung memicu kenaikan harga barang dasar.
“Pemerintah perlu memastikan bahwa kenaikan ini tidak merembet ke harga-harga kebutuhan pokok. Stabilitas harga pangan dan barang penting lainnya harus tetap dijaga, sehingga daya beli masyarakat tidak tergerus,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (19/4/2026).
Rivqy menyebut, meskipun kenaikan harga BBM nonsubsidi terasa mendadak bagi masyarakat, dalam kondisi tertentu langkah tersebut memang sulit dihindari.
Ia menilai tekanan global di sektor energi menjadi salah satu faktor yang mendorong pemerintah melakukan penyesuaian harga.
“Dalam situasi global dan tekanan terhadap sektor energi, kita memahami bahwa penyesuaian harga BBM bisa menjadi opsi yang pada akhirnya harus diambil pemerintah. Namun, momentum dan komunikasi kebijakan ini perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan kegelisahan publik,” tambah Politisi Fraksi PKB itu.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi dari pemerintah terkait kondisi sektor BBM nasional.
Menurutnya, transparansi mengenai ketersediaan pasokan, beban subsidi, hingga tantangan distribusi akan membantu masyarakat memahami latar belakang kebijakan tersebut.
“Kami meminta pemerintah menjelaskan secara komprehensif bagaimana kondisi sebenarnya sektor BBM kita saat ini. Ini penting agar masyarakat tidak hanya menerima kebijakan, tetapi juga memahami urgensinya,” lanjutnya.
Selain itu, Rivqy juga menyoroti perlunya langkah antisipatif yang jelas dari pemerintah dan BUMN energi dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga energi ke depan.
Ia menilai strategi pengelolaan distribusi dan cadangan energi harus dipastikan berjalan optimal.
Ia pun berharap pemerintah terus mengedepankan komunikasi publik yang transparan serta kebijakan yang berpihak pada perlindungan masyarakat di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan sejumlah harga BBM nonsubsidi per Sabtu (18/4/2026).
Berdasarkan informasi di situs MyPertamina, harga Pertamax Turbo (RON 98) melonjak dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter.
Kenaikan juga terjadi pada Dexlite dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, serta Pertamina Dex yang naik dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.
Sementara itu, harga Pertamax (RON 92) masih bertahan di Rp12.300 per liter.
Adapun Pertalite tetap di angka Rp10.000 per liter, dan Pertamina Biosolar tidak mengalami perubahan dengan harga Rp6.800 per liter.








