Aisvara.id – Provinsi Jawa Barat mencatat kinerja positif di sektor pariwisata sepanjang Maret 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 22,48 juta perjalanan, meningkat 43,47 persen dibandingkan Februari 2026 yang tercatat sebanyak 15,67 juta perjalanan.
Secara kumulatif, tren pertumbuhan juga terlihat sepanjang triwulan pertama tahun ini.
Total perjalanan wisatawan nusantara ke Jawa Barat pada periode Januari hingga Maret 2026 mencapai 56,54 juta perjalanan.
Angka tersebut meningkat 17,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang berada di angka 48,12 juta perjalanan.
Tak hanya pergerakan wisatawan, tingkat hunian kamar hotel turut menunjukkan peningkatan.
Pada Maret 2026, tingkat okupansi hotel gabungan bintang dan non-bintang naik menjadi 32,85 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang berada di level 32,37 persen.
Kenaikan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya momentum libur panjang Hari Raya Idul Fitri.
Sejumlah daerah masih menjadi tujuan utama wisatawan, di antaranya Kabupaten Bogor dengan 8,58 juta perjalanan, Kota Bandung sebanyak 5,91 juta perjalanan, Kota Bekasi 3,92 juta perjalanan, Kabupaten Bekasi 3,56 juta perjalanan, Kabupaten Bandung 3,48 juta perjalanan, serta Kota Depok 3,26 juta perjalanan.
Selain wisatawan domestik, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara Kertajati juga mengalami peningkatan.
Pada Maret 2026, tercatat sebanyak 274 kunjungan wisatawan asing, naik 69,14 persen dibandingkan Februari 2026 yang berjumlah 162 kunjungan.
Secara nasional, tren positif juga terjadi pada kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, jumlah kunjungan mencapai 3,44 juta, meningkat 8,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.








