Sunday, August 30, 2026
Aisvara.id
  • Home
  • News Update
  • Nasional
  • Umum
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Politik
No Result
View All Result
Aisvara.id
  • Home
  • News Update
  • Nasional
  • Umum
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Politik
No Result
View All Result
Aisvara.id
No Result
View All Result

BI Terapkan Langkah “All Out” Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Tekanan Global

Tekanan global, penguatan dolar AS, dan sentimen pasar dinilai menjadi faktor utama pelemahan rupiah, sementara fundamental ekonomi Indonesia disebut masih relatif kuat.

LANI by LANI
May 8, 2026
in Bisnis, Umum
282
Ilustrasi nilai tukar rupiah.

Ilustrasi nilai tukar rupiah. Foto: NET

1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Aisvara.id – Nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.400 per dolar AS memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.

Di media sosial, muncul berbagai spekulasi yang menuding pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sengaja membiarkan rupiah melemah demi kepentingan tertentu, mulai dari mendukung ekspor hingga menguntungkan pihak yang menyimpan dolar AS.

You might also like

Dikepung Kabut Asap, Ratusan Personel Gabungan Gelar Salat Istisqa di Balikpapan

Olahraga Lebih Privat, Samase Sports Club Bintaro Tawarkan Konsep Berbeda

Kenari Hall Jadi Venue Baru, Sheraton Jakarta Gelar Wedding Showcase

Namun, jika dicermati lebih jauh, tekanan terhadap rupiah saat ini lebih banyak dipengaruhi kondisi global yang tengah menekan mayoritas mata uang negara berkembang, bukan semata-mata akibat persoalan dalam negeri.

BI Sebut Rupiah Sedang Undervalue

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan kepada Presiden Prabowo bahwa nilai tukar rupiah saat ini berada dalam kondisi undervalue atau terlalu rendah dibanding fundamental ekonominya.

Ia menjelaskan, tekanan terhadap rupiah dipengaruhi faktor global dan faktor musiman.

“Pertumbuhan ekonomi 5,61 persen di kuartal I-2026, inflasi rendah, cadangan devisa kuat, dan kredit yang tumbuh tinggi, seharusnya menjadi dasar rupiah stabil dan menguat. Tapi tekanan jangka pendek memang ada,” kata Perry usai rapat dengan Presiden di Istana Negara, Selasa (5/5/2026).

Menurut Perry, faktor global yang memberi tekanan antara lain tingginya harga minyak dunia, kenaikan suku bunga Amerika Serikat, yield US Treasury tenor 10 tahun yang mencapai 4,47 persen, serta penguatan dolar AS.

Sementara faktor musiman berasal dari meningkatnya kebutuhan devisa untuk repatriasi dividen, pembayaran utang luar negeri, hingga kebutuhan jamaah haji.

Penguatan Dolar AS Menekan Mata Uang Emerging Market

Menguatnya dolar AS bukan hanya berdampak pada rupiah.

Sejumlah mata uang negara berkembang dan Asia juga mengalami tekanan akibat arus modal global yang kembali masuk ke aset berbasis dolar AS.

Mata uang seperti yen Jepang, won Korea Selatan, peso Filipina, hingga rupee India tercatat mengalami volatilitas dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi ini dipicu kombinasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat dan meningkatnya ketidakpastian global.

Selain itu, konflik geopolitik di Timur Tengah turut mendorong kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan sikap hati-hati investor terhadap aset berisiko di negara berkembang.

Pembatasan Pembelian Dolar Dinilai Bukan Sinyal Krisis

Isu lain yang ramai diperbincangkan adalah kebijakan pembatasan pembelian dolar AS tanpa underlying transaction hingga maksimal US$25.000 per bulan.

Di media sosial, kebijakan tersebut dikaitkan dengan dugaan cadangan devisa Indonesia sedang bermasalah.

Padahal, kebijakan serupa pernah diterapkan BI sejak 2015.

Aturan itu bertujuan memastikan transaksi valuta asing dalam jumlah besar benar-benar memiliki kebutuhan nyata, seperti impor, pendidikan, kesehatan, perjalanan luar negeri, maupun investasi legal.

Karena itu, kebijakan tersebut lebih tepat dipahami sebagai langkah menjaga stabilitas pasar keuangan dibanding tanda terjadinya krisis ekonomi.

Rupiah Tidak Bisa Menguat Secara Instan

Pergerakan nilai tukar dipengaruhi banyak faktor eksternal yang berubah cepat, mulai dari ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed, perkembangan geopolitik, harga energi global, hingga perilaku investor asing.

Karena itu, dampak kebijakan stabilisasi tidak dapat terlihat secara instan dalam hitungan jam atau satu hari setelah diumumkan.

Bank Indonesia sendiri disebut telah menerapkan berbagai langkah stabilisasi secara menyeluruh, mulai dari intervensi di pasar valuta asing, optimalisasi instrumen moneter, penguatan pasar obligasi, hingga koordinasi dengan pemerintah.

Fundamental Ekonomi Indonesia Dinilai Masih Kuat

Di tengah tekanan terhadap rupiah, sejumlah indikator ekonomi domestik dinilai masih cukup solid.

Cadangan devisa Indonesia disebut masih memadai untuk membiayai impor dan kewajiban utang luar negeri jangka pendek.

Selain itu, sektor perbankan nasional juga dinilai memiliki rasio permodalan yang kuat, sementara inflasi domestik masih berada dalam kondisi terkendali.

Investor global pada umumnya tidak hanya memperhatikan pergerakan kurs harian, tetapi juga mempertimbangkan kondisi fiskal, pertumbuhan ekonomi, neraca perdagangan, dan kemampuan pemerintah menjaga kepercayaan pasar.

Fluktuasi Rupiah Perlu Disikapi Secara Proporsional

Volatilitas nilai tukar merupakan bagian dari dinamika ekonomi global yang sulit dihindari, khususnya bagi negara berkembang yang terhubung dengan arus modal internasional.

Pelemahan rupiah memang perlu diwaspadai karena dapat berdampak pada biaya impor, harga energi, dan sentimen pasar.

Namun, menjaga stabilitas psikologis pasar juga dinilai penting agar tekanan eksternal tidak berkembang menjadi kepanikan domestik.

Karena itu, narasi yang menyebut pelemahan rupiah sepenuhnya direkayasa pemerintah dinilai perlu disikapi secara lebih kritis dan proporsional.

Pasalnya, tekanan terhadap mata uang negara berkembang memang sedang terjadi secara luas di tingkat global.

Tags: Bank IndonesiaNilai Tukar Rupiahpemerintah
LANI

LANI

Related Posts

Dikepung Kabut Asap, Ratusan Personel Gabungan Gelar Salat Istisqa di Balikpapan

Dikepung Kabut Asap, Ratusan Personel Gabungan Gelar Salat Istisqa di Balikpapan

by LANI
August 29, 2026
0

Aisvara.id - Ratusan personel gabungan yang tergabung dalam satuan tugas (satgas) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menggelar salat istisqa di...

Olahraga Lebih Privat, Samase Sports Club Bintaro Tawarkan Konsep Berbeda

Olahraga Lebih Privat, Samase Sports Club Bintaro Tawarkan Konsep Berbeda

by LANI
August 27, 2026
0

Aisvara.id - Brand busana muslim Samase memperluas lini bisnisnya dari dunia fashion menuju gaya hidup melalui kehadiran Samase Sports Club...

Sheraton Jakarta Soekarno Hatta Airport menghadirkan Enchanting Wedding Journey pada 29 Agustus 2026

Kenari Hall Jadi Venue Baru, Sheraton Jakarta Gelar Wedding Showcase

by LANI
August 26, 2026
0

Aisvara.id - Sheraton Jakarta Soekarno Hatta Airport memperkuat posisinya sebagai salah satu pilihan venue pernikahan dan berbagai acara sosial di...

Nikmati Afternoon Tea HARRIS Hotel Serpong di Level 19

Afternoon Tea di Level 19 HARRIS Hotel Serpong, Bisa Bikin Matcha Sendiri

by LANI
August 25, 2026
0

Aisvara.id - Menikmati teh kini tak sekadar menjadi aktivitas bersantai. HARRIS Hotel & Convention Serpong menghadirkan pengalaman berbeda melalui Afternoon...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

Ilustrasi tenggorokan berdahak tapi tidak batuk

Tenggorokan Berdahak Tapi Tidak Batuk? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

February 28, 2026
Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi

Respons Cepat Kemenhaj Tangani Kecelakaan Bus Jemaah di Madinah

June 8, 2026
Danantara Indonesia mengumumkan mitra terpilih untuk fasilitas Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bekasi dan Denpasar.

Danantara Tunjuk Dua Perusahaan Global Kelola Pembangkit Listrik dari Sampah di Bekasi dan Denpasar

June 10, 2026

Category

  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Nasional
  • News Update
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Teknologi
  • Umum
  • Uncategorized

Tags

#indonesia Ai Artificial Intelligence Arus Balik Arus Mudik BBM BMKG BRIN DPR DPR RI Event Hotel Fakultas Hukum UI GIIAS GIIAS 2026 Haji Haji Indonesia Harga Plastik Hotel Santika Ibadah Haji Idul Fitri 1447 H KAI Kemarau Kemenag Kemenhaj Kemenhub Kesehatan Komdigi Korlantas Makan Bergizi Gratis Mudik Mudik Lebaran 2026 Olahraga Pameran Otomotif Pelecehan Seksual Piala Dunia 2026 Plastik Prabowo Subianto Presiden Puasa Ramadan 2026 Sampah Sinar Mas Land Teknologi Tips Kesehatan UMKM

About

Portal berita dan informasi digital yang menyajikan update terkini seputar AI, teknologi, isu nasional, pemerintahan, dan olahraga. Website ini memiliki struktur kategori yang jelas, sistem multi-penulis, fitur pencarian dan filter, serta fokus pada berita real-time, tren, dan inovasi digital.

Categories

  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Nasional
  • News Update
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Teknologi
  • Umum
  • Uncategorized

Browse by Tag

#indonesia Ai Artificial Intelligence Arus Balik Arus Mudik BBM BMKG BRIN DPR DPR RI Event Hotel Fakultas Hukum UI GIIAS GIIAS 2026 Haji Haji Indonesia Harga Plastik Hotel Santika Ibadah Haji Idul Fitri 1447 H KAI Kemarau Kemenag Kemenhaj Kemenhub Kesehatan Komdigi Korlantas Makan Bergizi Gratis Mudik Mudik Lebaran 2026 Olahraga Pameran Otomotif Pelecehan Seksual Piala Dunia 2026 Plastik Prabowo Subianto Presiden Puasa Ramadan 2026 Sampah Sinar Mas Land Teknologi Tips Kesehatan UMKM

Recent Posts

  • Dikepung Kabut Asap, Ratusan Personel Gabungan Gelar Salat Istisqa di Balikpapan
  • Olahraga Lebih Privat, Samase Sports Club Bintaro Tawarkan Konsep Berbeda

© 2026 aisvara.id - News Portal All Right Reserved. Made by rezy

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News Update
  • Umum
  • Bisnis
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
  • Nasional
  • Teknologi
  • Lifestyle

© 2026 aisvara.id - News Portal All Right Reserved. Made by rezy