Aisvara.id – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, angkat bicara terkait pelaksanaan Tangsel Fun Run & Walk yang digelar Minggu (2/7/2026).
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Pilar menegaskan bahwa penyelenggara harus bertanggung jawab atas berbagai kerugian yang dialami peserta.
Menurutnya, setiap penyelenggara kegiatan yang menggunakan nama Kota Tangerang Selatan maupun mencantumkan logo Pemerintah Kota dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tangsel wajib menjaga kualitas pelaksanaan acara agar tidak merugikan masyarakat.
“Bagi panitia atau penyelenggara event swasta yang membawa nama Kota Tangsel dan mencantumkan logo Pemkot dan Dispora Tangsel (sementara bukan event Pemkot) serta melaksanakan event yang merugikan masyarakat, untuk tidak lagi diberikan izin penyelenggaraan dan dipanggil oleh Dispora Tangsel untuk diminta pertanggungjawabannya segera. Anda mencoreng nama Tangsel,” tulis Pilar.
Pilar menegaskan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan tetap membuka ruang bagi siapa saja yang ingin menyelenggarakan kegiatan positif untuk masyarakat.
Namun, penyelenggara harus mampu menjalankan acara sesuai perencanaan dan bertanggung jawab apabila terjadi persoalan yang merugikan peserta maupun mencoreng citra daerah.
“Tangerang Selatan sangatlah terbuka
bagi pihak manapun yang mau menyelenggarakan kegiatan positif untuk masyarakat. Namun bila dalam penyelenggaraan tidak berjalan sesuai perencanaan yang semestinya, dan berdampak merugikan masyarakat serta membawa citra negatif bagi nama baik Tangsel maka penyelenggara harus bertanggung jawab penuh dan tentu Pemkot melarang untuk kembali menyelenggarakan event di kota ini. Mohon menjadi catatan bagi seluruh Event Organizer,” lanjutnya.
Sementara itu, kekecewaan peserta juga ramai bermunculan di kolom komentar akun Instagram @funwalkfestival.
Sejumlah warganet melontarkan kritik, sindiran, hingga keluhan terhadap penyelenggaraan acara tersebut.
Salah satu peserta menyoroti belum diterimanya medali meski seluruh peserta telah menyelesaikan perlombaan.
“Udah finish semua, medali masih di cipularang. Menyala,” tulis akun iduyhawidid.
Komentar lain juga mempertanyakan kesiapan panitia dalam mengelola jalannya kegiatan.
“Event lari yang panitia nya lari juga,” tulis ripatsopian14.
Keluhan tidak hanya terkait pembagian medali.
Sejumlah peserta mengaku ukuran kaus yang diterima tidak sesuai dengan pilihan yang telah mereka tentukan saat melakukan pembelian tiket.
Bahkan, ada peserta yang mengaku kapok mengikuti kegiatan serupa karena menilai penyelenggaraan acara berlangsung tidak profesional.
“Banu ukurannya habis padahal udah milih uk pas beli tiket, ga lagi lagi deh event ini ngasal banget.. ntar tiba tiba mendalinya sedang dalam perjalanan,” tulis rachmahiyasa.
Beragam keluhan tersebut memperkuat sorotan publik terhadap penyelenggaraan acara dan menjadi perhatian Pemerintah Kota Tangerang Selatan agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada event berikutnya.
Dari informasi yang didapat, panitia akhirnya sudah membagikan medali kepada peserta Tangsel Fun Run & Walk.








