Aisvara.id – Pemerintah memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada 18 Maret 2026.
Prediksi tersebut didasarkan pada hasil survei yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi dari Kementerian Perhubungan.
Informasi tersebut disampaikan melalui infografik yang mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan lebih awal guna menghindari kepadatan lalu lintas saat periode mudik.
Dalam kalender yang dirilis, beberapa tanggal menjelang puncak mudik ditandai sebagai waktu yang relatif lebih fleksibel untuk bepergian.
Pada 16 dan 17 Maret 2026, pemerintah menerapkan skema Flexible Working Arrangement (FWA) bagi sebagian pekerja, sehingga diharapkan masyarakat dapat mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal.
Sementara itu, 18 Maret 2026 diperkirakan menjadi puncak arus mudik karena berdekatan dengan libur panjang yang mencakup peringatan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026.
Pemerintah juga menetapkan 20 Maret 2026 sebagai cuti bersama terkait Nyepi.
Setelah rangkaian libur tersebut, masyarakat akan memasuki perayaan Idulfitri 1447 H yang diperkirakan jatuh pada 21–22 Maret 2026.
Kombinasi beberapa hari libur nasional dan cuti bersama ini diprediksi meningkatkan mobilitas masyarakat secara signifikan.
Melalui informasi ini, pemerintah berharap masyarakat dapat merencanakan perjalanan mudik dengan lebih baik agar terhindar dari kemacetan panjang di jalur transportasi darat, laut, maupun udara.
Selain itu, pemudik juga diimbau untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang, termasuk memastikan kondisi kendaraan, kesehatan, serta memantau informasi lalu lintas sebelum berangkat.








