Aisvara.id – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menegaskan bahwa aspek keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan prinsip utama yang tidak dapat dikompromikan.
Pernyataan ini disampaikan menyusul meningkatnya insiden keamanan yang melibatkan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).
Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyampaikan bahwa Indonesia tetap berkomitmen menjalankan mandat sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 (2006).
Namun, pemerintah terus melakukan evaluasi berkala terhadap perkembangan situasi di lapangan guna memastikan perlindungan optimal bagi personel TNI yang bertugas.
“Indonesia berkomitmen menjalankan mandat dalam misi UNIFIL sesuai Resolusi 1701 (2006), dengan terus melakukan penilaian berkala terhadap situasi di lapangan,” ujar Nabyl melalui keterangan resmi, dikutip Kamis (23/4/2026).
Lebih lanjut, Nabyl menjelaskan bahwa Indonesia saat ini tengah menjalin koordinasi intensif dengan PBB serta negara-negara kontributor pasukan lainnya.
Langkah ini dilakukan untuk mendorong Dewan Keamanan PBB segera mengambil tindakan konkret dalam memperkuat perlindungan personel di wilayah konflik.
Selain upaya diplomatik, pemerintah Indonesia juga telah secara resmi meminta PBB untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan pasukan, baik di Lebanon maupun dalam misi perdamaian lainnya secara global.
Situasi keamanan di Lebanon dilaporkan terus mengalami penurunan.
Data terbaru mencatat Indonesia telah kehilangan tiga personel TNI, sementara delapan lainnya mengalami luka-luka akibat tiga serangan terpisah.
Kondisi ini juga dirasakan negara kontributor lain, termasuk Prancis yang kehilangan satu prajurit dalam serangan pada 18 April lalu.
Terkait wacana penarikan pasukan, Juru Bicara Kemlu lainnya, Yvonne Mewengkang, menegaskan bahwa setiap keputusan strategis mengenai keberadaan TNI di Lebanon harus melalui kajian komprehensif.
“Berbagai keputusan terkait isu ini, termasuk usulan penarikan, harus melalui pertimbangan yang sangat matang, baik dari sisi keselamatan personel, relevansi mandat UNIFIL, maupun kontribusi Indonesia terhadap stabilitas kawasan,” kata Yvonne.
Hingga kini, partisipasi Indonesia dalam misi UNIFIL masih dipandang sebagai bagian penting dari komitmen internasional dalam menjaga perdamaian dunia.
Meski demikian, pemerintah tetap mencermati perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah secara berkelanjutan.








