Aisvara.id – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia agar mulai mengurangi aktivitas yang menguras tenaga dan lebih fokus mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji 1447 H/2026 M.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah menjaga kebugaran jemaah di tengah suhu panas yang melanda Makkah dan Madinah.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan bahwa fase puncak haji membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual yang optimal.
Karena itu, jemaah diimbau tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di luar hotel, terutama pada siang hari ketika suhu udara mencapai 38 hingga 42 derajat Celsius.
“Jemaah perlu mengutamakan kesehatan. Hemat tenaga, cukup istirahat, makan tepat waktu, minum air putih yang cukup, dan selalu ikuti arahan petugas,” ujar Maria dikutip Rabu (13/5/2026).
Kemenhaj juga meminta jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan kelompok risiko tinggi untuk segera melapor kepada petugas apabila mengalami gangguan kesehatan.
Keluhan seperti pusing, sesak napas, nyeri dada, demam, batuk berat, maupun kondisi tubuh yang melemah diminta tidak diabaikan.
“Jangan menunggu kondisi memburuk. Kesehatan adalah bekal utama menuju puncak haji,” tegas Maria.
Selain itu, Maria menyoroti pentingnya keterlibatan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dalam mendampingi jemaah.
Menurutnya, KBIHU tidak hanya berperan dalam bimbingan manasik, tetapi juga harus memperkuat edukasi mengenai kesehatan, keselamatan, ketertiban, dan disiplin selama menjalankan ibadah.
Sebagai langkah mitigasi menjelang fase puncak haji, Kemenhaj telah menerbitkan edaran terkait pengaturan pergerakan jemaah.
Seluruh jemaah diminta mematuhi arahan petugas, baik saat perjalanan dari hotel menuju Masjidil Haram, perpindahan dari Madinah ke Makkah, maupun persiapan menuju Armuzna.
Khusus bagi jemaah gelombang kedua yang masuk melalui Jeddah, Kemenhaj mengimbau agar kain ihram sudah dikenakan sejak di embarkasi.
Hal itu karena jemaah akan mengambil miqat di perjalanan menuju Arab Saudi sebelum langsung menuju Makkah untuk menunaikan umrah wajib.








