Aisvara.id – Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menerima kunjungan delegasi perusahaan teknologi asal Tiongkok, Huaxia Kunpeng Technology, dalam rangka menjajaki peluang kerja sama investasi di bidang teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Bappenas pada Senin (30/3/2026), Rachmat menegaskan bahwa Indonesia terbuka terhadap masuknya investasi yang dapat memperkuat ekosistem teknologi nasional.
Ia menilai, kolaborasi global menjadi faktor penting dalam mempercepat penguasaan teknologi di dalam negeri.
“Setiap negara memiliki cara masing-masing dalam menguasai teknologi. Namun, untuk berkembang lebih cepat, kerja sama adalah kunci. Kami menyambut investasi baru, khususnya di sektor digital dan teknologi informasi, guna mendukung kebutuhan konektivitas masyarakat yang terus meningkat,” ujar Rachmat.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya inovasi dan model baru agar masyarakat Indonesia yang berjumlah lebih dari 280 juta jiwa dapat terhubung secara cepat dan efisien.
Sementara itu, pihak Huaxia Kunpeng Technology menyampaikan komitmennya untuk berinvestasi di Indonesia melalui pembangunan pusat data berbasis AI beserta ekosistem pendukungnya.
Investasi tersebut juga akan mencakup pengembangan sumber daya manusia di bidang digital melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.
Tak hanya itu, kedua pihak turut membahas peluang kerja sama lain, seperti pembangunan industri manufaktur perangkat teknologi, program pertukaran pelajar, serta pembentukan pusat riset dan pengembangan (R&D).
Melalui kolaborasi ini, Indonesia diharapkan dapat mempercepat transformasi digital nasional sekaligus memperkuat perannya, bukan hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai pemain utama dalam industri teknologi global.








