Aisvara.id – Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin, sukses merebut gelar juara Thailand Open usai mengalahkan pasangan unggulan pertama asal India, Satwiksairaj Rankireddy dan Chirag Shetty, pada partai final dengan skor 21-12, 25-23.
Kemenangan tersebut menjadi hasil manis bagi Leo/Daniel setelah tampil lebih berani dan agresif sepanjang pertandingan.
Permainan cepat dan tekanan sejak awal membuat pasangan Indonesia mampu mengendalikan laga, terutama pada gim pertama.
“Puji Tuhan kami bersyukur bisa juara di sini. Ini juga berkat support dan dukungan teman-teman terdekat kami dan juga orang-orang terdekat kami. Pelatih, dokter, fisioterapis, semuanya yang sudah membantu kami dan mendoakan, terima kasih. Dan juga untuk Leo, saya terima kasih sudah mau jadi partner saya lagi dan bisa berjuang sama-sama,” ujar Daniel Marthin.
Daniel menilai perbedaan terbesar dibanding pertemuan sebelumnya melawan pasangan India adalah keberanian dalam bermain menyerang.
Menurutnya, atmosfer final juga mampu dimanfaatkan dengan baik oleh mereka.
“Dibandingkan sebelumnya lawan mereka, kami lebih berani hari ini, lebih banyak menekan. Atmosfer di final juga berbeda jadi kami coba memanfaatkan itu dan bersyukur bisa maksimal,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa komunikasi yang solid menjadi salah satu faktor penting keberhasilan mereka di turnamen kali ini.
“Kami merasa di turnamen ini, kami berhasil karena komunikasi cukup baik dan memang sama-sama mau juara jadi itu membantu kami bisa tampil optimal,” lanjut Daniel.
Sementara itu, Leo Rolly Carnando mengatakan fokus menjadi kunci utama sebelum pertandingan dimulai. Ia menyebut pasangan Indonesia berusaha untuk tidak kehilangan momentum sejak awal laga.
“Kami benar-benar menyiapkan fokus sebelum pertandingan tadi dan kami tidak boleh start duluan. Tadi di gim pertama cukup berhasil tapi di gim kedua poinnya jadi ketat karena mereka mulai bisa mengembangkan permainan. Kami lebih siap lagi,” ujar Leo.
Pada momen-momen krusial di akhir gim kedua, Leo mengaku dirinya dan Daniel memilih tampil lebih berani dalam mengambil risiko demi mengamankan kemenangan.
“Saat adu setting itu kami lebih berani ambil resiko dan jaga komunikasi sama Daniel karena kan dengan kondisi lapangan begini tidak ada rally-rally panjang jadi kami harus bisa maksimal di pukulan-pukulan awal,” ucapnya.
Leo menambahkan, gelar juara tersebut bukan hanya penting bagi mereka sebagai pasangan ganda putra, tetapi juga menjadi suntikan semangat bagi tim Indonesia menjelang Olimpiade.
“Gelar ini sangat berarti, bukan hanya bagi kami tapi bagi tim Indonesia dan seluruh teman-teman di PBSI. Semoga ini jadi momentum untuk bangkit karena Olimpiade sudah dekat,” tutup Leo.








