Aisvara.id – Politeknik STIA LAN Jakarta terus memperkuat kompetensi digital sivitas akademika dengan menyelenggarakan pelatihan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Kegiatan ini menjadi langkah konkret kampus dalam merespons pesatnya perkembangan teknologi digital yang kini semakin memengaruhi dunia pendidikan dan penelitian.
Pelatihan AI tersebut menghadirkan Guru Besar Universitas Indonesia Bidang Kecerdasan Buatan dan Robotika, Prof. Dr. Eng. Wisnu Jatmiko, S.T., M.Kom., yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Komputer UI, sebagai narasumber utama.
Acara dipandu oleh Dr. Alih Aji Nugroho, MPA., dosen Politeknik STIA LAN Jakarta, dan digelar pada Rabu (28/1) di Jakarta.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta, Prof. Dr. Nurliah Nurdin, MA.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelatihan AI merupakan bagian dari strategi perguruan tinggi untuk meningkatkan literasi digital sekaligus kesiapan akademisi dalam memanfaatkan teknologi secara bijak.
Menurut Prof. Nurliah, kecerdasan buatan memiliki potensi besar untuk mendukung kegiatan akademik, khususnya dalam penelitian dan publikasi ilmiah. Namun, pemanfaatannya harus tetap berpijak pada etika, integritas, dan tanggung jawab akademik.
“AI seharusnya menjadi alat bantu untuk meningkatkan kualitas riset dan publikasi, bukan jalan pintas yang mengabaikan proses akademik. Nilai kejujuran dan etika harus tetap menjadi fondasi utama,” tegasnya seperti dikutip dari laman Politeknik STIA LAN Jakarta.
Sementara itu, Prof. Wisnu Jatmiko dalam paparannya menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan dalam berbagai tahapan penelitian, mulai dari penelusuran literatur, pengolahan data, hingga penyusunan draf awal karya ilmiah.
Meski demikian, ia menekankan bahwa penggunaan AI harus dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab.
“Kecerdasan buatan dapat membantu meningkatkan efisiensi kerja peneliti, tetapi tidak boleh menggantikan peran intelektual manusia. Orisinalitas ide dan kejujuran akademik tetap menjadi tanggung jawab peneliti,” ujar Prof. Wisnu.
Ia juga menyoroti bahwa tantangan terbesar dalam pemanfaatan AI bukan terletak pada kecanggihan teknologinya, melainkan pada integritas penggunanya.
Peneliti tetap wajib memastikan keaslian gagasan, validitas data, serta ketepatan metodologi yang digunakan dalam setiap karya ilmiah.
Lebih lanjut, Prof. Wisnu menekankan pentingnya keterbukaan dalam penggunaan AI, khususnya dalam publikasi ilmiah.
Ketidakjelasan peran AI dalam proses penulisan dan analisis berpotensi menimbulkan pelanggaran etika serta menurunkan kepercayaan komunitas akademik.
“Jika digunakan tanpa pemahaman etika, AI bisa memicu plagiarisme atau fabrikasi data. Namun jika dimanfaatkan secara bijak, AI justru dapat meningkatkan daya saing riset nasional dan mempercepat kontribusi ilmuwan Indonesia di tingkat global,” jelasnya.
Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Politeknik STIA LAN Jakarta dalam membangun budaya riset berbasis teknologi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Para peserta memberikan respons positif karena materi yang disampaikan dinilai relevan dengan tantangan akademik di era digital.
Melalui kegiatan ini, Politeknik STIA LAN Jakarta berharap sivitas akademika mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital secara berkelanjutan, sekaligus berkontribusi aktif dalam mendukung transformasi digital nasional yang beretika dan bermartabat.








