Sunday, August 30, 2026
Aisvara.id
  • Home
  • News Update
  • Nasional
  • Umum
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Politik
No Result
View All Result
Aisvara.id
  • Home
  • News Update
  • Nasional
  • Umum
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Politik
No Result
View All Result
Aisvara.id
No Result
View All Result

Cendol Ampiang, Manis Tradisi Minang yang Menemukan Panggung di Festival Kuliner Serpong ke-14

LANI by LANI
August 22, 2026
in Bisnis, Lifestyle, News Update
273
Uda Pay pemilik Cendol Ampiang Minang hadir di Festival Kuliner Serpong ke-14.

Uda Pay pemilik Cendol Ampiang Minang hadir di Festival Kuliner Serpong ke-14. Foto: Lani

1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Aisvara.id – Di tengah hiruk-pikuk pusat perbelanjaan modern, jejak rasa dari Ranah Minang justru hadir lewat semangkuk cendol yang sederhana.

Hijau cendol, putih santan, manis gula, taburan ampiang dan lembutnya durian berpadu menjadi satu pengalaman kuliner yang membawa pengunjung sejenak mengenal tradisi Sumatera Barat.

You might also like

Dikepung Kabut Asap, Ratusan Personel Gabungan Gelar Salat Istisqa di Balikpapan

Olahraga Lebih Privat, Samase Sports Club Bintaro Tawarkan Konsep Berbeda

Kenari Hall Jadi Venue Baru, Sheraton Jakarta Gelar Wedding Showcase

Pemandangan itu dapat ditemui di Festival Kuliner Serpong (FKS) ke-14 yang digelar Summarecon Mall Serpong mulai dari 13 Agustus hingga 13 September 2026.

Tahun ini, FKS mengangkat kekayaan kuliner lintas Sumatera dengan tema “Satu Jalur Seribu Rasa-Lintas Sumatera” menghadirkan beragam makanan dan minuman khas dari Aceh hingga Lampung.

Di antara berbagai sajian tersebut, Cindua Winata Cendol Ampiang Durian Minang menjadi salah satu kuliner yang menawarkan cerita berbeda.

Bukan sekadar minuman pelepas dahaga, cendol ampiang membawa jejak tradisi kuliner masyarakat Minangkabau ke ruang yang lebih modern dan menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Bagi Uda Pay, pemilik Cindua Winata Cendol Ampiang Durian Minang, keikutsertaan dalam FKS menjadi kesempatan untuk memperkenalkan cendol khas orang Minang kepada masyarakat di Tangerang dan sekitarnya.

“Cendol orang Minang juga ada, saya ingin memperkenalkan,” ujar Uda Pay.

Ketika Cendol Bertemu Ampiang

Sekilas, cendol Minang mungkin terlihat tidak jauh berbeda dengan cendol yang selama ini dikenal masyarakat Indonesia.

Namun, ada satu unsur yang membuatnya memiliki karakter tersendiri yakni ampiang.

Cendol Ampiang Minang hadir di Festival Kuliner Serpong ke-14
Cendol Ampiang Minang hadir di Festival Kuliner Serpong ke-14

Dalam tradisi kuliner Minangkabau, ampiang dibuat dari beras ketan atau beras pulut yang ditumbuk hingga pipih.

Bahan tersebut kemudian menjadi bagian dari berbagai sajian tradisional masyarakat Sumatera Barat.

Pada cendol khas Padang, ampiang hadir sebagai salah satu pembeda.

Cendol dipadukan dengan ampiang, gula aren, santan, serta pelengkap lainnya.

Dalam perkembangannya, cendol juga dapat disajikan bersama durian, menghasilkan perpaduan rasa manis, gurih dan aroma buah yang kuat.

Tradisi mengolah ampiang sendiri bukan sekadar cerita masa lalu.

Di Sumatera Barat, proses menumbuk beras ketan menjadi ampiang bahkan masih dipertahankan sebagai tradisi masyarakat, salah satunya melalui tradisi Manumbuak Ampiang di Nagari Talang Babungo, Solok.

Dari sinilah semangkuk cendol ampiang tidak hanya berbicara tentang rasa.

Ada cerita tentang beras ketan, keterampilan mengolah bahan pangan dan warisan kuliner yang diturunkan antargenerasi.

Daun Suji dan Rasa yang Dipertahankan

Di tangan Uda Pay, tradisi tersebut tidak berhenti pada cerita.

Proses pembuatan cendol tetap mempertahankan cara tradisional.

“Pembuatan cendol tetap menggunakan pembuatan tradisional. Cendolnya tetap menggunakan bahan dasar daun suji,” katanya.

Daun suji digunakan untuk menghasilkan warna hijau alami pada cendol.

Uda Pay pemilik Cendol Ampiang Minang hadir di Festival Kuliner Serpong ke-14.
Uda Pay pemilik Cendol Ampiang Minang hadir di Festival Kuliner Serpong ke-14.

Sementara dalam semangkuk sajian Cindua Winata, terdapat gula, ampiang dan bahan sagu yang menjadi bagian dari karakter minuman tersebut.

Kombinasi bahan itu kemudian bertemu santan dan kelapa.

Hasilnya adalah rasa yang tidak hanya manis, tetapi juga memiliki sensasi gurih yang menjadi ciri kuat sajian tradisional tersebut.

Khusus untuk FKS tahun ini, Uda Pay juga menghadirkan sajian ampiang sebagai bagian dari menu yang diperkenalkan kepada pengunjung.

Dan, dikirim langsung dari tanah Sumatera Barat.

“Untuk Ampiang itu khusus untuk festival aja. Dikirim langsung dari Sumatera Barat,” katanya.

Pilihan tersebut membuat FKS menjadi semacam ruang temu antara kuliner tradisional dan masyarakat urban.

Pengunjung yang mungkin sebelumnya hanya mengenal cendol sebagai minuman khas daerah lain, kini memiliki kesempatan mencicipi versi Minang dengan harga Rp20 ribu hingga Rp35 ribu dan mempunyai karakter yang berbeda.

Terbantu dengan Hadirnya FKS

Di balik semangkuk cendol, terdapat pula cerita tentang perjalanan sebuah usaha kecil.

Uda Pay mengaku baru tahun ini membawa Cindua Winata Cendol Ampiang Durian Minang ke Festival Kuliner Serpong.

Baginya, keikutsertaan tersebut bukan hanya soal berjualan, tetapi juga membuka kesempatan agar kuliner yang dibawanya semakin dikenal.

“Baru tahun ini ikut FKS. Dan, Alhamdulillah dari empat cendol yang dicoba, cendol kami mendapat peringkat teratas.,” tuturnya.

Ia menilai penyelenggaraan festival kuliner seperti FKS memberikan ruang penting bagi pelaku UMKM.

Sebab, selain bertemu langsung dengan konsumen, pelaku usaha juga mendapatkan kesempatan memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas.

“Bagus, semoga diadain terus paling enggak daerah Tangerang Raya jadi tau ada cendol khas Minang. FKS juga jadi ajang promosi, kalau kita sebagai UMKM menengah ke bawah terbantu dengan adanya festival kuliner seperti ini. Apalagi kami berangkat dari gerobak tenda dan Alhamdulillah bisa ikut festival kuliner seperti ini. Jadi makin semangat sebagai UMKM,” kata Uda Pay.

Lebih jauh, usaha cendol tersebut ternyata ikut memberikan dampak terhadap kehidupan keluarganya.

“Anak dari satu sekarang lima dari hasil cendol ini,” ujarnya.

Kalimat sederhana itu menggambarkan bahwa sebuah usaha kuliner tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar.

Dari sebuah gerobak, resep tradisional dan keberanian menjajakan rasa khas daerah, sebuah keluarga dapat membangun kehidupan sekaligus mempertahankan warisan kuliner.

FKS dan Ruang untuk UMKM

Kehadiran Cindua Winata menjadi bagian kecil dari misi lebih besar Festival Kuliner Serpong.

Selama penyelenggaraannya, Summarecon secara konsisten menggunakan festival kuliner sebagai ruang untuk memperkenalkan kekayaan kuliner sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM.

Dalam laporan keberlanjutan Summarecon, Festival Kuliner Serpong disebut telah berlangsung sejak 2011.

Festival ini menjadi salah satu sarana untuk mempromosikan seni, budaya dan kuliner lokal, nasional hingga internasional, sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM kuliner.

Di balik keramaian pengunjung, ada pelaku usaha yang sedang mencari pelanggan baru, memperkenalkan produk, menguji pasar dan membangun keberlanjutan bisnis.

Pengunjung mencicipi manisnya cendol khas Minang yakni Cindua Winata Cendol Ampiang Durian Minang
Pengunjung mencicipi manisnya cendol khas Minang yakni Cindua Winata Cendol Ampiang Durian Minang. Foto: Lani

Pada FKS ke-14 tahun ini, ruang tersebut kembali dibuka. Kuliner dari berbagai wilayah Sumatera dipertemukan dengan masyarakat Tangerang dan sekitarnya.

Menjaga Rasa, Membuka Pasar

Perjalanan cendol ampiang dari tradisi Minang menuju pusat keramaian Serpong menunjukkan bahwa pelestarian kuliner tidak selalu harus dilakukan melalui museum atau buku resep.

Kadang, warisan itu justru hidup ketika seseorang masih mau membuatnya dengan cara lama, menggunakan bahan-bahan yang familiar bagi leluhurnya, lalu menyajikannya kepada generasi baru.

Uda Pay memilih mempertahankan pembuatan cendol dengan daun suji. Ampiang tetap hadir sebagai identitas. Kelapa memberikan rasa gurih. Gula menghadirkan manis. Sementara durian menambah aroma yang membuat sajian semakin mudah dikenali.

Di Festival Kuliner Serpong, semua unsur tersebut bertemu dengan wajah baru mulai dari pengunjung mall, keluarga, anak-anak muda, dan para pencinta kuliner yang datang untuk mencari pengalaman rasa.

Di sanalah FKS menjadi lebih dari sekadar festival. Ia menjadi jembatan.

Jembatan yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar, masyarakat dengan kuliner Nusantara, dan generasi hari ini dengan cita rasa yang diwariskan dari masa lalu.

Dan di antara riuhnya festival, semangkuk cendol ampiang Minang mengingatkan bahwa sebuah tradisi tidak akan hilang selama masih ada orang yang mau membuatnya, menjualnya, dan yang paling penting menceritakan asal-usulnya.

Karena menjaga kuliner Nusantara bukan hanya tentang mempertahankan resep, tetapi juga memastikan cerita di balik setiap rasa tetap menemukan penikmatnya.

Tags: Festival Kuliner SerpongKulinerSummarecon Mall Serpong
LANI

LANI

Related Posts

Dikepung Kabut Asap, Ratusan Personel Gabungan Gelar Salat Istisqa di Balikpapan

Dikepung Kabut Asap, Ratusan Personel Gabungan Gelar Salat Istisqa di Balikpapan

by LANI
August 29, 2026
0

Aisvara.id - Ratusan personel gabungan yang tergabung dalam satuan tugas (satgas) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menggelar salat istisqa di...

Olahraga Lebih Privat, Samase Sports Club Bintaro Tawarkan Konsep Berbeda

Olahraga Lebih Privat, Samase Sports Club Bintaro Tawarkan Konsep Berbeda

by LANI
August 27, 2026
0

Aisvara.id - Brand busana muslim Samase memperluas lini bisnisnya dari dunia fashion menuju gaya hidup melalui kehadiran Samase Sports Club...

Sheraton Jakarta Soekarno Hatta Airport menghadirkan Enchanting Wedding Journey pada 29 Agustus 2026

Kenari Hall Jadi Venue Baru, Sheraton Jakarta Gelar Wedding Showcase

by LANI
August 26, 2026
0

Aisvara.id - Sheraton Jakarta Soekarno Hatta Airport memperkuat posisinya sebagai salah satu pilihan venue pernikahan dan berbagai acara sosial di...

Nikmati Afternoon Tea HARRIS Hotel Serpong di Level 19

Afternoon Tea di Level 19 HARRIS Hotel Serpong, Bisa Bikin Matcha Sendiri

by LANI
August 25, 2026
0

Aisvara.id - Menikmati teh kini tak sekadar menjadi aktivitas bersantai. HARRIS Hotel & Convention Serpong menghadirkan pengalaman berbeda melalui Afternoon...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

Sinar Mas Land menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kesehatan Masyarakat Kecamatan Serpong Tahun 2026 sebagai bagian dari rangkaian Program Sehat Bersama Posyandu. Kegiatan yang berlangsung pada 7–8 Juli 2026 di Auditorium Green Office Park 9, BSD City ini diikuti oleh 159 kader Posyandu yang mewakili 53 Posyandu, dari enam kelurahan di Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Sinar Mas Land Perkuat Peran Posyandu di Serpong untuk Dukung Pencegahan Stunting

July 13, 2026
Ilustrasi anak bermain gadget

Wamen Komdigi Bongkar Celah Berbahaya: Anak Mudah Akses Konten Dewasa di Platform Digital

February 4, 2026
Gerbang Tol Cikampek Utama.

Survei BKT: 143,91 Juta Orang Diprediksi Mudik Lebaran 2026, Mobil Pribadi Masih Dominan

June 10, 2026

Category

  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Nasional
  • News Update
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Teknologi
  • Umum
  • Uncategorized

Tags

#indonesia Ai Artificial Intelligence Arus Balik Arus Mudik BBM BMKG BRIN DPR DPR RI Event Hotel Fakultas Hukum UI GIIAS GIIAS 2026 Haji Haji Indonesia Harga Plastik Hotel Santika Ibadah Haji Idul Fitri 1447 H KAI Kemarau Kemenag Kemenhaj Kemenhub Kesehatan Komdigi Korlantas Makan Bergizi Gratis Mudik Mudik Lebaran 2026 Olahraga Pameran Otomotif Pelecehan Seksual Piala Dunia 2026 Plastik Prabowo Subianto Presiden Puasa Ramadan 2026 Sampah Sinar Mas Land Teknologi Tips Kesehatan UMKM

About

Portal berita dan informasi digital yang menyajikan update terkini seputar AI, teknologi, isu nasional, pemerintahan, dan olahraga. Website ini memiliki struktur kategori yang jelas, sistem multi-penulis, fitur pencarian dan filter, serta fokus pada berita real-time, tren, dan inovasi digital.

Categories

  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Nasional
  • News Update
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Teknologi
  • Umum
  • Uncategorized

Browse by Tag

#indonesia Ai Artificial Intelligence Arus Balik Arus Mudik BBM BMKG BRIN DPR DPR RI Event Hotel Fakultas Hukum UI GIIAS GIIAS 2026 Haji Haji Indonesia Harga Plastik Hotel Santika Ibadah Haji Idul Fitri 1447 H KAI Kemarau Kemenag Kemenhaj Kemenhub Kesehatan Komdigi Korlantas Makan Bergizi Gratis Mudik Mudik Lebaran 2026 Olahraga Pameran Otomotif Pelecehan Seksual Piala Dunia 2026 Plastik Prabowo Subianto Presiden Puasa Ramadan 2026 Sampah Sinar Mas Land Teknologi Tips Kesehatan UMKM

Recent Posts

  • Dikepung Kabut Asap, Ratusan Personel Gabungan Gelar Salat Istisqa di Balikpapan
  • Olahraga Lebih Privat, Samase Sports Club Bintaro Tawarkan Konsep Berbeda

© 2026 aisvara.id - News Portal All Right Reserved. Made by rezy

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News Update
  • Umum
  • Bisnis
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
  • Nasional
  • Teknologi
  • Lifestyle

© 2026 aisvara.id - News Portal All Right Reserved. Made by rezy