Aisvara.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan sekitar 143,9 juta masyarakat akan melakukan perjalanan pada momen Mudik Lebaran 2026.
Angka ini diperoleh dari hasil survei terbaru yang menjadi acuan pemerintah dalam menyusun strategi pengaturan arus dan kesiapan transportasi nasional.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyampaikan proyeksi tersebut saat memimpin rapat koordinasi tingkat menteri di kantor Kemenko PMK.
Meski angka survei tahun ini sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan.
Sebagai perbandingan, survei tahun lalu memperkirakan 146 juta pemudik.
Namun realisasinya justru melonjak hingga 154 juta orang. Artinya, potensi lonjakan di luar prediksi tetap bisa terjadi.
“Walaupun ada sedikit penurunan sekitar 1,7 persen, kami tidak akan mengurangi kewaspadaan. Tahun lalu realisasi justru meningkat signifikan dari hasil survei,” ujar Dudy dalam keterangan resminya.
Ribuan Armada Disiapkan, dari Bus hingga Pesawat
Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan berbagai moda transportasi dalam jumlah besar, antara lain:
- 31.345 unit bus
- 829 kapal laut
- 2.683 rangkaian kereta api
- 392 pesawat udara
- 255 kapal penyeberangan
Dari total armada tersebut, sebagian besar telah melalui uji kelayakan atau ramp check. Tercatat 19.376 kendaraan darat, 485 kapal laut, 19 kapal penyeberangan, 392 pesawat, serta 2.177 sarana perkeretaapian sudah diperiksa.
Pemeriksaan akan terus dilakukan hingga mendekati puncak arus mudik guna memastikan seluruh armada dalam kondisi aman dan laik operasi.
Diskon Tiket dan Mudik Gratis Jadi Stimulus
Selain menyiapkan sarana transportasi, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan pendukung untuk membantu masyarakat.
Beberapa di antaranya:
- Diskon tiket transportasi
- Program mudik gratis
- Pengaturan operasional angkutan barang melalui Surat Keputusan Bersama (SKB)
Program mudik gratis tidak hanya digelar Kemenhub, tetapi juga melibatkan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Berbagai perusahaan pelat merah membuka pendaftaran mudik gratis dengan moda bus, kereta api, hingga kapal laut ke berbagai kota tujuan di Pulau Jawa dan Sumatera.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas, menekan angka kecelakaan, sekaligus meringankan beban biaya perjalanan masyarakat.
Waspada Lonjakan di Luar Prediksi
Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, pemerintah tidak ingin lengah meskipun hasil survei menunjukkan sedikit penurunan potensi pergerakan.
Realisasi di lapangan bisa saja melampaui proyeksi.
Dengan skema pengamanan dan kesiapan armada yang lebih matang, Mudik Lebaran 2026 diharapkan berjalan lancar, aman, dan terkendali.
Masyarakat pun diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal, memanfaatkan program resmi pemerintah, serta memastikan tiket dan jadwal keberangkatan agar terhindar dari kepadatan ekstrem saat puncak arus mudik.








