Aisvara.id – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) meminta pemerintah dan lembaga terkait memberi perhatian serius terhadap lonjakan harga tiket transportasi yang kerap terjadi menjelang arus mudik Lebaran.
DPR menilai harga tiket perlu dikendalikan agar masyarakat tetap dapat melakukan perjalanan mudik dengan biaya yang wajar, sekaligus memastikan aspek keselamatan selama masa arus mudik dan arus balik.
Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengatakan pihaknya akan mendorong komisi-komisi terkait di DPR untuk segera memanggil kementerian serta lembaga terkait guna membahas kesiapan menghadapi periode mudik tahun ini.
“Kami akan meminta semua komisi terkait untuk memanggil atau melakukan rapat dengan pemerintah dan lembaga terkait guna mengantisipasi berbagai hal menjelang lebaran yang akan datang,” ujar Puan pada Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, rapat kerja tersebut penting dilakukan untuk mengidentifikasi potensi persoalan yang mungkin muncul selama periode mudik.
Dengan koordinasi yang lebih awal, berbagai kendala diharapkan dapat diantisipasi sebelum puncak arus mudik terjadi.
Puan menegaskan bahwa pembahasan tidak hanya berkutat pada persoalan transportasi atau harga tiket semata.
Ia menyebut sejumlah faktor lain yang berkaitan dengan kenyamanan dan keselamatan masyarakat selama perjalanan juga perlu menjadi perhatian.
“Bukan hanya transportasi atau harga tiket, tetapi juga keselamatan saat masyarakat berangkat dan ketika mereka kembali nanti harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Ia menambahkan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama pemerintah, baik saat masyarakat berangkat menuju kampung halaman maupun ketika kembali ke kota tempat mereka bekerja setelah libur Lebaran.
Selain persoalan transportasi, legislator dari Fraksi PDIP tersebut juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang hari raya.
Pemerintah diminta memastikan pasokan dan distribusi bahan pangan tetap lancar agar tidak terjadi lonjakan harga yang memberatkan masyarakat.
“Jangan sampai saat merayakan hari raya masyarakat tidak bisa menikmati momen tersebut karena harga-harga bahan pokok yang meningkat,” pungkasnya.








