Aisvara.id – Bulan Ramadan hanya tinggal menghitung hari. Saat puasa, ritme harian otomatis berubah, termasuk pola aktivitas fisik.
Banyak orang yang ingin tetap berolahraga agar tubuh tidak kaku, tetapi sering kali energi sudah menurun saat waktu ngabuburit tiba. Akhirnya, niat olahraga kalah oleh rasa lemas.
Padahal, dengan strategi yang tepat, olahraga saat ngabuburit justru bisa membantu tubuh tetap segar hingga azan Maghrib berkumandang.
Berikut 9 tips olahraga saat ngabuburit yang aman dan efektif selama puasa.
1. Pilih Waktu Ideal: 30–45 Menit Sebelum Berbuka
Waktu terbaik untuk olahraga ringan adalah sekitar 30 hingga 45 menit sebelum berbuka. Dengan begitu, setelah selesai beraktivitas, tubuh bisa segera mendapatkan asupan cairan dan energi.
2. Utamakan Intensitas Rendah
Hindari latihan berat atau high intensity workout. Pilih olahraga ringan seperti:
- Jalan santai
- Yoga
- Stretching
- Bersepeda santai
Aktivitas ini menjaga sirkulasi darah tetap lancar tanpa menguras energi secara berlebihan.
3. Ubah Target: Jaga Kebugaran, Bukan Kejar Hasil
Fokuslah pada menjaga kebugaran dan mempertahankan ritme tubuh tetap stabil. Ekspektasi realistis akan membantu Anda lebih konsisten dan tidak mudah drop.
4. Pilih Gerakan Stabil dan Konsisten
Jalan cepat atau latihan mobilitas ringan bisa menjadi pilihan. Gerakan konsisten membantu metabolisme tetap aktif tanpa membuat tubuh stres.
5. Jangan Lewatkan Pemanasan dan Pendinginan
Luangkan 5–7 menit sebelum dan sesudah latihan untuk:
- Mempersiapkan otot
- Mengurangi risiko cedera
- Menurunkan detak jantung secara bertahap
Langkah sederhana ini membuat tubuh lebih nyaman selama puasa.
6. Dengarkan Sinyal Tubuh
Jika muncul gejala seperti:
- Pusing
- Napas terasa berat
- Tubuh sangat lemas
Segera hentikan aktivitas. Jangan memaksakan diri karena tujuan olahraga saat ngabuburit adalah menjaga kesehatan, bukan mengorbankannya.
7. Gunakan Pakaian yang Nyaman
Kenakan pakaian olahraga berbahan ringan dan menyerap keringat. Bahan yang adem membantu tubuh tetap sejuk dan mengurangi risiko kehilangan cairan berlebihan.
8. Cari Lokasi yang Sejuk
Pilih lokasi yang teduh, memiliki sirkulasi udara baik, atau lakukan olahraga di dalam ruangan untuk mengurangi risiko dehidrasi.
9. Perhatikan Pola Sahur dan Berbuka
Saat sahur dianjurkan konsumsi nasi merah atau oatmeal, ditambah protein (telur, ayam, tahu, tempe), serta cukup air putih agar energi bertahan lebih lama.
Saat berbuka diwali dengan air putih dan makanan ringan seperti kurma atau buah. Setelah itu, lanjutkan dengan menu seimbang yang mengandung protein, sayur, dan karbohidrat untuk membantu pemulihan tubuh.








