Aisvara.id – Pemerintah melalui Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap bahaya di balik situs streaming ilegal yang menawarkan tontonan gratis di internet.
Dalam infografik edukasi keamanan siber yang dirilis lembaga tersebut, disebutkan bahwa keinginan menonton film gratis justru dapat berujung pada kerugian finansial.
Pasalnya, banyak situs streaming ilegal yang menyisipkan berbagai bentuk serangan siber yang dapat mencuri data pribadi hingga menguras rekening pengguna.
“Bahaya di balik situs streaming ilegal tidak hanya membuat perangkat menjadi lambat, tetapi juga membuka peluang pencurian data,” tulis BSSN dalam materi edukasinya.
Ancaman di Balik Situs Streaming Ilegal
BSSN menjelaskan bahwa situs streaming ilegal sering kali menjadi sarang berbagai modus kejahatan digital.
Setiap klik pada tombol pemutar video dapat membuka celah keamanan bagi pelaku kejahatan siber.
Beberapa ancaman yang sering ditemukan antara lain:
1. Malware dan Adware
Iklan pop-up yang muncul di situs ilegal sering kali menyisipkan skrip berbahaya yang dapat masuk ke perangkat pengguna tanpa disadari.
2. Phishing Berkedok Hadiah
Sebagian iklan mengarahkan pengguna untuk mengisi data pribadi atau informasi kartu kredit dengan iming-iming hadiah atau layanan langganan gratis.
3. Credential Stuffing
Peretas dapat mencuri kombinasi username dan password yang digunakan di situs tersebut untuk mencoba membobol akun lain, termasuk layanan perbankan digital.
4. Spyware dan Keylogger
Jenis malware ini mampu merekam setiap aktivitas pengetikan pengguna, termasuk kata sandi, PIN, hingga data akun keuangan.
Menurut BSSN, praktik-praktik tersebut membuat pengguna berisiko kehilangan data pribadi maupun uang dalam rekening bank.
Tips Menghindari Kejahatan Digital
Untuk mengurangi risiko kejahatan siber, masyarakat diimbau untuk mengikuti beberapa langkah pencegahan.
Pertama, hanya mengakses layanan streaming resmi dan legal. Biaya berlangganan dinilai jauh lebih kecil dibanding potensi kerugian akibat pencurian data atau dana.
Kedua, pastikan perangkat seperti ponsel atau laptop memiliki antivirus yang selalu diperbarui guna mendeteksi malware.
Ketiga, hindari mengklik iklan pop-up atau tautan mencurigakan yang muncul secara tiba-tiba di halaman situs.
Terakhir, aktifkan fitur Two-Factor Authentication (2FA) pada akun email maupun layanan keuangan untuk memberikan lapisan keamanan tambahan.
BSSN menegaskan bahwa kesadaran masyarakat terhadap keamanan digital menjadi kunci utama dalam mencegah maraknya kejahatan siber di era internet.








