Aisvara.id – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, perusahaan kini menghadapi tantangan besar dalam mengelola data secara cepat tanpa mengesampingkan keamanan informasi.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT ASIX Indonesia Cerdas (ASIX), anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), resmi memperkenalkan LIBRA sebagai platform asisten AI berstandar enterprise yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional perusahaan.
Peluncuran LIBRA digelar di ITB Innovation Park dengan mengusung tema “Future Activated”. Kehadiran platform ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kerja modern yang lebih adaptif, aman, dan berbasis kecerdasan buatan.
LIBRA dikembangkan untuk membantu perusahaan mengurangi beban administratif melalui otomatisasi alur kerja, sehingga tim dapat lebih fokus pada pengembangan inovasi dan pekerjaan strategis.
Lokasi peluncuran juga dinilai memiliki makna penting karena ITB Innovation Park merupakan pusat kolaborasi AI Joint Lab antara Sinar Mas, China Mobile, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Dalam pengembangannya, ASIX menggandeng China Mobile JiuTian Artificial Intelligence Technology (Beijing) Company Limited.
Kolaborasi tersebut nantinya akan terus diperkuat bersama ITB agar LIBRA mampu mengikuti kebutuhan industri yang terus berkembang.
Presiden Direktur PT ASIX Indonesia Cerdas, Andrie Tjioe, menjelaskan bahwa LIBRA hadir sebagai solusi AI yang mampu mendukung operasional perusahaan secara lebih efektif dan aman.
“LIBRA bukan sekadar alat bantu, melainkan mitra digital yang aman untuk membantu tim bekerja dengan lebih lincah. Baik dalam pencarian informasi penting maupun penyederhanaan alur kerja internal, LIBRA membantu meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan keamanan data perusahaan,” ujarnya.
Peluncuran LIBRA juga mendapat apresiasi dari pemerintah.
Kepala Biro Data & Informasi Dewan Pertimbangan Presiden RI, M. Arfan Sahib Sali Kando, menilai platform tersebut sejalan dengan percepatan transformasi digital nasional yang aman dan berkelanjutan.
“Hari ini, dengan diluncurkannya LIBRA, kita menambah satu lagi pondasi dalam bangunan kedaulatan digital di Indonesia. Satu langkah signifikan, tetapi harapannya memiliki impact yang besar,” tambahnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, industri, dan akademisi menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing Indonesia di era digital.
Dari sisi akademisi, perwakilan ITB Dr. Ian Josef Matheus Edward menyebut LIBRA sebagai hasil nyata dari kolaborasi strategis yang mampu menghadirkan teknologi aplikatif untuk menjawab tantangan masa depan.
Sementara itu, Patrick Hu dari China Mobile JiuTian Company menegaskan pihaknya fokus menghadirkan infrastruktur AI berskala enterprise yang mengutamakan stabilitas, skalabilitas, dan keamanan bagi pengguna korporasi.
Sebagai platform AI terintegrasi, LIBRA dibekali berbagai fitur pendukung produktivitas, mulai dari AI Assistant untuk pencarian informasi, Document Translator and Summarizer untuk merangkum dokumen, hingga Meeting Transcription yang mampu mengubah hasil rapat menjadi catatan otomatis.
Selain itu, tersedia pula fitur Image Generator dan dubbing multibahasa guna mendukung kebutuhan komunikasi bisnis modern.
Penguatan efisiensi operasional juga dilakukan melalui LIBRA Business Suite yang ditujukan bagi kebutuhan lintas departemen perusahaan.
CEO PT DSST Daya Mas Gemilang, Marlo Budiman, mengatakan peluncuran LIBRA menjadi langkah strategis DSSA dalam mempercepat transformasi digital nasional melalui teknologi AI yang aman dan adaptif.
“Kehadiran LIBRA merupakan langkah strategis DSSA dalam mempercepat transformasi digital nasional melalui penyediaan solusi kecerdasan buatan yang aman dan adaptif bagi sektor industri. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat pilar teknologi ini guna membangun fondasi operasional yang lebih tangguh dan berdaya saing global, sejalan dengan visi perusahaan dalam mendukung kedaulatan digital Indonesia,” ujarnya.
Kolaborasi antara ASIX, China Mobile, dan ITB melalui LIBRA menjadi simbol penguatan inovasi teknologi Indonesia yang tidak hanya berstandar global, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan industri dalam negeri.








