Aisvara.id – Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengungkapkan bahwa Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI mulai memetakan sejumlah titik rawan dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026/1447 Hijriah.
Fokus pengawasan diarahkan pada persiapan menjelang puncak ibadah haji di Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Menurut Cucun, Timwas telah membagi tugas pengawasan ke berbagai sektor layanan guna memastikan seluruh kesepakatan bersama Kementerian Haji berjalan sesuai hasil Panitia Kerja (Panja) DPR RI.
“Kita (Timwas Haji DPR RI) sudah melakukan persiapan. Jadi brainstorming apa yang poin-poin yang harus dilakukan dan pembagian tugas kerja ya. Karena saking banyaknya kita harus mengawasi mitra kita, Kementerian Haji, sebanyak 221.000 jemaah yang harus kita pastikan,” ujar Cucun dikutip Jumat (15/5/2026).
Ia menjelaskan, pengawasan dibagi dalam beberapa kelompok yang bertugas memantau layanan akomodasi hotel, katering, hingga transportasi jamaah selama berada di Tanah Suci.
“Jadi tadi dibagi ada yang di tim mengawasi akomodasi, hotel, segala macam, apa sudah sesuai dengan hasil Panja. Kemudian juga tim cek katering. Kemudian juga tim transportasi, mengenai bus shalawat, kemudian terminal-terminal yang digunakan, apakah ini sudah berjalan efektif,” katanya.
Politisi Fraksi PKB itu juga menyoroti persoalan transportasi jamaah yang dinilai masih menjadi tantangan setiap musim haji.
Kepadatan jamaah dari berbagai negara disebut kerap memengaruhi kenyamanan jamaah Indonesia dalam mendapatkan akses transportasi.
“Karena kita itu kan yang dikhawatirkan dari tahun ke tahun, jemaah kita ini menyatu dengan yang negara-negara lain. Sehingga kalau jemaah haji Indonesia disatukan dengan yang dari Turki, kemudian dari wilayah-wilayah yang orang-orangnya lebih postur tubuhnya lebih besar, ini kasihan kadang-kadang mereka nunggu bus itu berjam-jam,” ungkapnya.
Selain itu, Timwas DPR RI juga menaruh perhatian terhadap persiapan fase Armuzna, termasuk penerapan skema Murur dan Tanazul bagi jamaah lanjut usia dan berkebutuhan khusus.
“Dan terutama kita nanti akan melakukan pengawasan persiapan puncak haji, Armuzna ya. Apakah yang disampaikan dan yang ditawarkan waktu rapat-rapat di Komisi VIII dengan Kementerian Haji ini sudah sesuai belum,” jelasnya.
Cucun menegaskan pihaknya tidak ingin persoalan kapasitas tenda yang melebihi batas kembali terjadi seperti pada musim haji sebelumnya.
“Kita tidak ingin menemukan lagi tempat tidurnya kapasitas yang harusnya diisi oleh satu tenda 50 orang, diisinya sampai 100 orang sehingga tidak tertampung,” tegasnya.
Tak hanya itu, Timwas DPR RI juga akan memastikan sistem transportasi Taroddudi berjalan optimal agar jamaah tidak terlantar ataupun harus berjalan kaki dari Muzdalifah menuju Mina.
“Kita ingin pastikan tidak ada jemaah haji yang jalan kaki nanti, jalan kaki dari Muzdalifah ke Mina,” pungkasnya.








