Aisvara.id – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, memastikan pengawasan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di ruas Tol Fungsional Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) akan diperkuat dengan dukungan teknologi berbasis udara.
Pengamanan dan pengendalian arus kendaraan akan memanfaatkan pesawat nirawak jenis Vertical Take-Off and Landing Unmanned Aerial Vehicle (VTOL UAV) serta Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Drone.
Teknologi tersebut memungkinkan pemantauan kondisi lalu lintas secara langsung (real time), termasuk dalam penerapan rekayasa arus selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
“Pengendalian arus kami optimalkan melalui pemanfaatan teknologi, baik VTOL (UAV) maupun ETLE Drone yang mampu memantau jalur tol dan arteri,” ujar Agus saat meninjau kesiapan jalur di Sukabumi dikutip Senin (23/2/2026).
Fokus Titik Strategis
Pemantauan udara akan difokuskan pada sejumlah titik strategis, termasuk ruas fungsional Tol Bocimi yang menghubungkan Parungkuda hingga Karangtengah.
Data visual dari udara nantinya menjadi dasar dalam menentukan pola rekayasa lalu lintas secara situasional dan dinamis, menyesuaikan volume kendaraan di lapangan.
Dengan dukungan teknologi tersebut, kepolisian dapat lebih cepat mengambil langkah antisipatif apabila terjadi lonjakan arus maupun potensi kemacetan di titik-titik rawan.
Skema Pemecahan Arus
Selain pengawasan berbasis drone, Korlantas Polri juga menyiapkan strategi pemecahan arus kendaraan.
Skema ini diberlakukan bagi kendaraan dari Jakarta menuju Sukabumi maupun sebaliknya, dengan opsi pengalihan melalui tol fungsional dan jalur arteri.
Langkah tersebut dinilai strategis untuk mencegah penumpukan kendaraan pada satu jalur tertentu.
Bahkan, apabila kondisi memungkinkan, tol fungsional juga akan diberlakukan saat arus balik guna mengurai kepadatan.
“Arus dari Jakarta ke Sukabumi maupun dari Sukabumi ke Bogor akan dipecah. Bisa melalui tol fungsional atau jalur arteri, tergantung situasi di lapangan,” jelasnya.
Imbauan untuk Kendaraan Sumbu Tiga
Di akhir keterangannya, Agus mengingatkan agar kendaraan besar sumbu tiga tidak beroperasi selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Kebijakan ini bertujuan memberikan prioritas kepada pemudik agar perjalanan berlangsung aman, tertib, dan lancar.
“Kami mengimbau kendaraan sumbu tiga untuk tidak melintas saat periode mudik dan balik. Prioritas utama adalah kelancaran dan keselamatan para pemudik,” pungkasnya.








