Aisvara.id – Pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) kini mulai menyentuh dunia pendidikan dasar.
Menyadari tantangan sekaligus peluang tersebut, mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) menginisiasi program edukatif bertajuk “Kenal AI” di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.
Program ini dilaksanakan di dua sekolah dasar, yakni SDN 1 Sumbermulyo pada 12 Januari 2026 dan SDN 3 Sumbermulyo pada 14 Januari 2026.
Sasaran utamanya adalah siswa sekolah dasar, khususnya kelas VI, sebagai bekal menghadapi pembelajaran digital dan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).
Meski sebagian siswa telah akrab dengan teknologi dan istilah AI dalam kehidupan sehari-hari, pemanfaatannya dinilai belum tepat sasaran.
Banyak siswa mengenal AI sebatas alat hiburan, bukan sebagai penunjang belajar.
Karena itu, program Kenal AI difokuskan pada edukasi penggunaan kecerdasan artifisial secara bijak dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini juga dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan perangkat Chromebook bantuan pemerintah di sekolah.
Dengan pendampingan dosen pembimbing lapangan, Hari Soepriandono, S.Si., M.Si., mahasiswa UNAIR berupaya meningkatkan literasi digital siswa melalui pendekatan yang aplikatif dan mudah dipahami.
Dalam pelaksanaannya, siswa diperkenalkan pada berbagai platform chatbot AI seperti ChatGPT, Gemini, dan DeepSeek melalui metode demonstrasi dan praktik langsung.
Mereka diajak memahami cara kerja AI, manfaatnya dalam mencari ide, merangkum bacaan, hingga batasan etika agar teknologi tidak disalahgunakan untuk mencontek atau menyalin tugas secara mentah.
Antusiasme terlihat jelas selama kegiatan berlangsung.
Siswa aktif bertanya, mencoba langsung fitur chatbot AI, serta berdiskusi tentang bagaimana teknologi dapat membantu proses belajar sehari-hari.
Dukungan positif juga datang dari para guru yang menilai program ini relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.
Kepala SDN 1 Sumbermulyo, Suyitna, S.Pd, mengapresiasi inisiatif mahasiswa UNAIR tersebut.
Menurutnya, kedekatan anak-anak dengan teknologi perlu diimbangi dengan arahan yang tepat.
“Program Kenal AI membantu sekolah dalam memberikan pemahaman kepada siswa agar teknologi dimanfaatkan secara positif untuk belajar,” ujarnya dikutip dari laman resmi UNAIR.
Sementara itu, Ketua Kelompok BBK 7 UNAIR, Shidiqy Baihaqy El Muhammady, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah meluruskan persepsi siswa terhadap AI.
“Kami ingin menanamkan bahwa AI adalah alat bantu belajar, bukan jalan pintas untuk mencontek. Dengan pemahaman yang benar, siswa akan lebih siap menghadapi pembelajaran berbasis digital,” katanya.
Secara lebih luas, program Kenal AI mencerminkan komitmen Universitas Airlangga dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDG) 4 tentang Pendidikan Berkualitas, sekaligus berkontribusi pada SDG 9 terkait inovasi infrastruktur digital serta SDG 10 dalam mengurangi kesenjangan literasi digital antarwilayah.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar ini diharapkan mampu mendorong transformasi pendidikan digital yang berkelanjutan di Banyuwangi.








