Aisvara.id – Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol dipastikan menghadirkan salah satu duel paling dinantikan, yakni pertemuan Kylian Mbappe dengan Lamine Yamal.
Kedua pemain akan kembali saling berhadapan saat membawa negaranya bertarung memperebutkan tiket menuju partai final di Dallas pada 14 Juli.
Laga ini menjadi pertemuan pertama mereka di ajang Piala Dunia.
Namun, rivalitas keduanya sudah terjalin dalam berbagai kompetisi, baik di level tim nasional maupun klub.
Hingga menjelang semifinal ini, Mbappe dan Yamal telah bertemu sebanyak 10 kali sepanjang karier profesional mereka.
Dari seluruh pertemuan tersebut, Yamal berhasil mengungguli penyerang Prancis itu dengan delapan kemenangan, sementara Mbappe hanya dua kali merasakan kemenangan.
Spanyol Lebih Sering Menang atas Prancis
Di level tim nasional, keduanya sudah dua kali bertemu dan semuanya berlangsung di babak semifinal.
Pertemuan pertama terjadi pada EURO 2024 di Munich. Saat itu Spanyol mengalahkan Prancis dengan skor 2-1, di mana Lamine Yamal menjadi salah satu aktor utama lewat gol yang dicetaknya.
Setahun berselang, kedua negara kembali dipertemukan pada semifinal UEFA Nations League di Stuttgart.
Duel berlangsung sengit dengan total sembilan gol tercipta.
Spanyol kembali keluar sebagai pemenang, sementara Yamal mencetak dua gol dan Mbappe turut menyumbangkan satu gol bagi Prancis.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, memberikan pujian kepada pemain mudanya usai pertandingan.
“Saya senang untuk Lamine. Dia benar-benar mengirimkan pesan hari ini,” ujarnya.
Mbappe Pernah Mendominasi Bersama PSG
Rivalitas keduanya juga terjadi di Liga Champions UEFA saat Paris Saint-Germain menghadapi Barcelona pada perempat final musim 2023/2024.
Pada leg pertama di Parc des Princes, Barcelona sukses mencuri kemenangan 3-2 meski baik Mbappe maupun Yamal gagal mencatatkan nama di papan skor.
Namun, situasi berbalik pada leg kedua. Mbappe tampil gemilang dengan mencetak dua gol yang membawa PSG menang 4-1 sekaligus memastikan langkah ke babak semifinal.
El Clasico Jadi Milik Lamine Yamal
Sejak Mbappe bergabung dengan Real Madrid pada pertengahan 2024, rivalitas keduanya semakin sering tersaji lewat El Clasico.
Barcelona lebih dominan dalam sejumlah laga penting.
Tim asal Catalunya tersebut memenangkan Final Piala Super Spanyol 2025 dengan skor 5-2, lalu kembali mengalahkan Real Madrid 3-2 pada edisi 2026.
Di Final Copa del Rey 2025, tendangan bebas Mbappe belum mampu menyelamatkan Real Madrid dari kekalahan 2-3 setelah perpanjangan waktu.
Dalam kompetisi La Liga, keduanya juga telah bertemu tiga kali.
El Clasico pertama berakhir dengan kemenangan telak Barcelona 4-0.
Pada pertemuan berikutnya, Mbappe sebenarnya tampil luar biasa dengan mencetak hat-trick.
Namun Real Madrid tetap harus mengakui keunggulan Barcelona yang menang 4-3, dengan Yamal turut menyumbangkan satu gol.
Sementara pada El Clasico terakhir yang berlangsung Oktober 2025, Mbappe akhirnya merasakan kemenangan pertamanya di La Liga atas Barcelona.
Meski Yamal kembali tampil, Real Madrid sukses menang 2-1.
Yamal Unggul Rekor, Mbappe Lebih Tajam
Dari 10 pertemuan sebelumnya, Lamine Yamal berhasil meraih delapan kemenangan atas Mbappe.
Meski demikian, produktivitas gol justru masih berpihak kepada kapten timnas Prancis tersebut.
Mbappe telah mengoleksi sembilan gol saat menghadapi tim yang diperkuat Yamal, sedangkan pemain muda Spanyol itu baru mencetak enam gol.
Pada Piala Dunia 2026, Yamal juga mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang berusia 18 tahun atau lebih muda yang tampil lebih dari lima pertandingan dalam satu edisi Piala Dunia.
Meski demikian, sejauh ini ia baru mencetak satu gol, yakni saat Spanyol menghadapi Arab Saudi pada fase grup.
Menanggapi minimnya jumlah gol yang dicetaknya, Yamal menegaskan bahwa hal tersebut bukan menjadi persoalan utama.
“Tidak mencetak gol sebenarnya tidak membuat saya frustrasi. Saya memenangkan EURO 2024 setelah mencetak satu gol. Jika saya juga memenangkan Piala Dunia, saya rasa orang-orang tidak akan terlalu peduli apakah saya mencetak gol atau tidak,” ungkapnya.
Sementara itu, Mbappe memiliki pengalaman manis saat tampil di Piala Dunia Rusia 2018.
Ketika berusia 19 tahun, ia bermain dalam tujuh pertandingan, mencetak empat gol, membawa Prancis menjadi juara dunia, sekaligus meraih penghargaan Hyundai Best Young Player Award.
Penghargaan tersebut diberikan kepada pemain terbaik sepanjang turnamen yang berusia maksimal 21 tahun dan dipilih melalui pemungutan suara para penggemar di situs resmi FIFA.
Kini, duel di semifinal Piala Dunia 2026 akan membuka babak baru rivalitas dua generasi bintang sepak bola dunia.
Mbappe bertekad memangkas ketertinggalan dalam rekor pertemuan, sedangkan Yamal berpeluang menyamai pencapaian rivalnya dengan mengangkat trofi Piala Dunia pada penampilan pertamanya di ajang tersebut.








