Aisvara.id – Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kekeringan dan cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada musim kemarau 2026.
Ia menilai, ancaman kekeringan bukanlah hal baru karena terjadi secara berulang di berbagai wilayah, tidak hanya di Kabupaten Blitar.
“Jadi ancaman kekeringan ini sudah seperti siklus yang terjadi tidak hanya di Kabupaten Blitar, juga di kabupaten-kabupaten lain,” ujar Nurhadi dalam keterangan resminya, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, langkah mitigasi harus dilakukan sejak dini dengan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta instansi teknis lainnya.
Optimalisasi sumber daya air yang tersedia menjadi hal penting untuk mengurangi dampak kekeringan.
Ia juga menekankan bahwa distribusi bantuan air bersih perlu segera dilakukan jika terjadi penurunan ketersediaan air di masyarakat.
Dalam hal ini, dirinya siap turut membantu melalui jaringan relawan yang dimilikinya, terutama untuk menjangkau wilayah yang belum tersentuh bantuan pemerintah.
“Saya punya banyak relawan yang kita akan menunggu informasi dari warga, yang tidak terjangkau dan terlewatkan oleh pemerintah kita bantu untuk kita datangi bersama-sama dengan para relawan lain bersatu bahu membahu bagaimana ancaman kekeringan ini tidak menjadi sesuatu yang menakutkan bagi warga,” tegasnya.
Selain itu, Nurhadi juga menyoroti pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam upaya penanganan kekeringan.
Ia menilai, perusahaan yang beroperasi di daerah memiliki tanggung jawab sosial untuk turut ambil bagian dalam membantu masyarakat.
Sebagai legislator dari Partai NasDem yang mewakili Daerah Pemilihan Jawa Timur VI—meliputi Kabupaten Blitar, Kediri, Tulungagung, serta Kota Blitar dan Kediri—ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta harus diperkuat guna menghadapi dampak musim kemarau.
“Jadi pemerintah lebih aktif lagi melibatkan perusahaan swasta, melibatkan masyarakat bahkan juga melibatkan pengusaha-pengusaha lokal untuk lebih peduli demi kebersamaan warga Blitar untuk pencegahan,” tegas Nurhadi.








