Aisvara.id – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia telah menyusun peta distribusi akomodasi bagi jemaah haji Indonesia di Makkah pada musim haji 1447 H/2026 M.
Penempatan ini tersebar di lima kawasan utama, yakni Syisyah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah, yang kemudian dibagi ke dalam sepuluh sektor operasional.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah, Ihsan Faisal, menyampaikan bahwa sistem penempatan jemaah dilakukan berdasarkan embarkasi dengan mempertimbangkan kapasitas masing-masing hotel.
Secara keseluruhan, terdapat 177 hotel yang telah disiapkan untuk melayani kebutuhan jemaah Indonesia selama berada di Makkah.
“Kelima wilayah tadi terbagi menjadi 10 sektor, yang masing-masing menaungi berbagai jemaah berbasis embarkasi,” ujar Ihsan dikutip Senin (27/4/2026).
Lebih lanjut, Ihsan menjelaskan rincian pembagian sektor akomodasi tersebut.
Sektor 1 mencakup 32 hotel dengan kode 101 hingga 132, sementara sektor 2 terdiri dari 22 hotel yang berlokasi di kawasan Syisyah yang dekat dengan pusat kota.
Sektor 3 memiliki 19 hotel yang melayani wilayah Syisyah dan Raudhah, sedangkan sektor 4 mencakup 23 hotel di area yang sama.
Selanjutnya, sektor 5 terdiri dari 18 hotel di wilayah Syisyah. Sektor 6 mencakup 13 hotel yang berada di Jarwal.
Sektor 7, 8, dan 9 berlokasi di kawasan Misfalah dengan masing-masing 17, 13, dan 19 hotel.
Adapun sektor 10 berada di Aziziyah dengan satu hotel berkapasitas besar yang mampu menampung lebih dari 21.500 jemaah.
Selain pembagian wilayah, sistem penomoran hotel juga diterapkan untuk memudahkan identifikasi lokasi akomodasi.
Ihsan menjelaskan bahwa digit pertama dalam kode hotel menunjukkan sektor, sedangkan angka berikutnya menunjukkan urutan hotel di sektor tersebut.
Penerapan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas koordinasi petugas, khususnya dalam memberikan layanan katering dan kesehatan bagi jemaah di setiap sektor selama pelaksanaan ibadah haji.








